Matatelinga - Jakarta, Tantowi pun berharap terhadap pihak keamanan terkait seperti Polisi dan TNI bisa memaksimalkan pengamanan. Selain itu, diharapkan agar semua pihak menahan diri untuk melontarkan pernyataan yang berpotensi terjadinya kerusuhan.
Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya menyebut etnis keturunan Tionghoa banyak yang hijrah sementara ke Singapura karena takut terjadi kerusuhan di Pemilu Presiden, Rabu besok(9/7/2014).
Hal ini diungkapkan Wakil Sekjen Golkar tersebut berdasarkan fakta rekan-rekannya yang sudah ke Singapura, sejak akhir pekan lalu. Bahkan, sebagian dari mereka menurut Tantowi menggunakan hak pilihnya di Singapura.
"Sudah banyak teman-teman saya yang kabur sementara. Takut kan mereka khususnya di Pilpres ini kalau rusuh. Ancaman adanya prediksi kerusuhan. Jadi, mereka ada yang juga menggunakan hak pilihnya di luar negeri," kata Tantowi di Gedung DPR, Senayan, Selasa (8/7/2014).
Tantowi yang juga Anggota Komisi I DPR itu menilai kalau kalangan Tionghoa masih trauma dengan kerusuhan Mei 1998. Apalagi ditambah dengan pernyataan Jusuf Kalla yang menyebut kalau pihaknya kalah itu karena dicurangi. Pernyataan ini seolah-olah memberikan anggapan kalau Prabowo menang adalah hasil kecurangan.
"Ada statement kita hanya bisa dikalahkan dengan kecurangan, itu kan mengerikan. Ini kan cuma dua calon berarti kalau Prabowo menang ya curang, terus bagaimana? Jadi, saya rasa itu adalah salah satu kekhawatiran yang wajar terutama mereka masih dihantui trauma 1998," sebut Wakil Sekjen Golkar itu.
"Saya berharap unsur-unsur kemananan kita dari polisi membantu TNI dapat mengambil tindakan berikutnya. Bagi saya itu berdampak. Ucapan itu bisa membuat masyarakat takut karena berpikirnya pendek," katanya.
(Dtc/Mt)