Berbagai prestasi berhasil diraih bersama siswa binaannya, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Ketekunan dan dedikasinya dalam membimbing siswa menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya mengikuti seminar pendidikan internasional tersebut.
Eko mengungkapkan bahwa untuk mengikuti kegiatan internasional itu, para peserta harus melewati proses seleksi yang cukup ketat.
"Peserta harus memiliki rekam jejak pendidikan yang baik, pengala
man pelatihan dan beasiswa, serta kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL atau IELTS resmi sesuai standar yang ditentukan," jelasnya.
Forum Internasional ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kerja sama internasional sekaligus membahas berbagai strategi peningkatan kualitas pendidikan agar tidak terjadi disparitas pendidikan di berbagai belahan dunia.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi langsung dari para akademisi dan pakar pendidikan internasional seperti Prof. Yuan Zhenguo, Prof. Xu Binyan, Prof. Yang Fuyi, Prof. Huang Zhicheng, hingga Assoc. Prof. Zhang Junhua.
Berbagai topik strategis dibahas dalam seminar tersebut, mulai dari transformasi pendidikan di China, kebijakan pendidikan dasar dan tinggi, inovasi pendidikan,
manajemen sekolah, supervisi pendidikan, hingga penguatan budaya dan karakter bangsa melalui pendidikan.
Selain seminar, peserta juga mengikuti kunjungan edukatif dan pengala
man budaya ke berbagai lokasi penting di China seperti Shanghai Urban Planning Exhibition Center, Shanghai History Museum, The Bund, hingga kawasan budaya di Provinsi Sichuan.
Dalam keterangannya, Eko mengaku sangat terkesan dengan seluruh rangkaian kegiatan yang diikutinya. "Agenda-agenda dalam kegiatan ini sangat berkesan dan memberi banyak insight untuk perbaikan pendidikan di Indonesia. Selain mempererat hubungan internasional, kita juga melihat bagai
mana kemajuan pendidikan di China dapat menjadi barometer dalam membangun pendidikan yang ideal," ujarnya.
Ia juga berharap Indonesia dapat mengambil banyak sisi positif dari kemajuan pendidikan China, khususnya dalam pengelolaan sistem pendidikan dan inovasi pembelajaran.
Sementara itu, Plt. Kepala MAN 1 Deli Serdang Arwansyah Dalimunthe, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada salah satu guru MAN 1 Deli Serdang.
"Tindakan nyata dalam membangun madrasah sangat diperlukan setelah mendapatkan ilmu dan pengala
man dari luar negeri. Ilmu yang disampaikan dan diamalkan akan memberi
manfaat besar bagi diri sendiri maupun banyak orang. Madrasah berharap akan lahir lebih banyak guru yang kompeten, berdedikasi, dan aktif dalam perbaikan pendidikan," ungkapnya.
Keikutsertaan Eko Haris Alamsyah dalam
forum internasional ini menjadi bukti bahwa guru MAN 1 Deli Serdang mampu tampil dan berkontribusi di tingkat global, sekaligus membawa se
mangat perubahan demi kemajuan pendidikan nasional.