Matatelinga.com, Polisi hingga saat ini belum mengungkap identitas pria yang melakukan penusukan terhadap delapan orang di suatu mal di St Cloud, Minnesota, Amerika Serikat pada Sabtu 17 September malam waktu setempat. Namun begitu, keluarga pelaku kabarnya sudah dikabari dan mereka kini bicara ke media massa mengecam serangan tersebut.
Kecaman yang dimaksud datang dari komunitas Somalia di AS. Kelompok pengungsi asal Afrika ini diketahui telah lama mendiami kawasan St Cloud.
Ahhmed Adan mengaku polisi sudah menjelaskan bahwa pria yang ditembak malam itu adalah putranya, Dahir Adan. Meskipun tidak menyebut-nyebut soal serangan di mal itu kepada pihak keluarga, petugas tetap menyita sejumlah foto dan barang lain dari apartemennya.
Menurut penuturan Ahhmed, anaknya itu masuk ke Negeri Paman Sam sekira 15 tahun yang lalu. Statusnya di sini sebagai mahasiswa di St Cloud Technical and Community College.
Sebagai seorang ayah, Ahhmed jelas tidak menyangka sama sekali bahwa putranya akan terlibat dalam aksi terorisme. Demikian juga para tetangga yang mengaku tidak begitu kenal dekat dengan yang bersangkutan.
Namun terlepas dari keterlibatan Dahir dalam kasus ini, warga Somalia setempat kecewa dengan pemberitaan yang beredar di media massa. Apalagi ketika teriakan ‘Allahu Akbar’ begitu santer diwartakan. Keluarga menilai, ini kesannya ada pesan islamophobia dan anti-imigran yang sedang diarahkan alih-alih berfokus pada mencari fakta dari aksi penusukan tersebut.
“Ketika saya mendengar bahwa pelakunya adalah anggota komunitas Somalia. Saya begitu hancur, karena saya tahu apa yang akan terjadi. Akibatnya juga pembalasan. Saya lebih terkejut lagi ketika tahu bahwa pria itu adalah tetangga yang tinggal segedung dengan saya. Walaupun kami tidak tahu seluruh gambarannya, kami ikut terdampak dari peristiwa ini. Ini sangat tragis,” tukas Abdul Kalane, seperti dilansir dari The Guardian, Senin (19/9/2016).
(Fit/Okz)