Matatelinga.com, Seorang tahanan di Penjara Guantanamo, Kuba, meyakini seorang anggota Kerajaan Arab Saudi berusaha merekrutnya untuk melakukan serangan teror sebelum tragedi 11 September 2001 (9/11).
Pria bernama Ghassan Abdallah al Sharbi itu mengatakan, seorang figur religius di Arab Saudi menggunakan istilah “Yang Mulia” selama melakukan panggilan telefon bersama pria lainnya. Melalui perantara itu, Al Sharbi didesak kembali dan ikut ambil bagian dalam rencana menyerang Amerika Serikat (AS) dengan melibatkan satu unit pesawat.
Ghassan Abdallah al Sharbi saat itu baru saja kembali dari Negeri Paman Sam usai menjalani kursus menerbangkan pesawat di Phoenix bersama dua orang yang nantinya menjadi pembajak pesawat pada tragedi 9/11.
Seperti dimuat Independent, Sabtu (17/9/2016), Al Sharbi menceritakan kisahnya itu pada Juni. Transkrip pembicaraan Al Sharbi dirilis oleh Pentagon pada Kamis 15 September dengan sensor di beberapa bagian. Sayangnya, kesaksian pria yang diduga berperan sebagai pembuat bom bagi Al Qaeda tersebut berbelit-belit dan tidak menyertakan informasi detail.
Pengakuan Al Sharbi tidak menyebut seberapa dekat “figur religius” itu dengan pejabat Arab Saudi. Tidak ada indikasi juga siapa anggota Kerajaan Arab Saudi yang dimaksud. Sementara istilah “Yang Mulia” lazim dipakai sebagai panggilan untuk ribuan anggota Kerajaan Arab Saudi. Sebagai tambahan, Al Sharbi juga menyatakan tidak pernah bertemu orang yang memerintahnya.
Pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di Washington menolak untuk berkomentar mengenai transkrip kesaksian Al Sharbi. Mau tidak mau, pengakuan tersebut semakin menambah panjang spekulasi mengenai keterlibatan Arab Saudi dalam tragedi 9/11.
Sebelumnya, Kongres AS menyetujui dokumen yang memungkinkan keluarga korban 9/11 menuntut Arab Saudi. Kongres juga mendesak Presiden Barack Obama membuka dokumen yang mengungkap adanya keterlibatan pemerintah, orang kaya, dan badan amal Arab Saudi dalam jaringan yang melakukan teror. Kisruh dokumen tersebut sempat membuat hubungan AS dengan Arab Saudi menjadi dingin.
(Fit/Okz)