Matatelinga.com, Pengadilan Kosovo memvonis 42 tahun kurungan penjara atas tujuh warga negaranya yang terbukti membuka perekrutan anggota baru untuk ISIS, guna membawa mereka bertempur bersama kelompok teroris itu di Suriah.
Tersangka utama dalam kasus ini ialah Imam Zekeria Qazimi. Ia dijatuhi hukuman penjara 10 tahun karena merekrut pemuda Kosovo untuk bertempur di Suriah. Dalam video yang diunggah di YouTube pada 2013, Qazimi mengatakan bahwa darah orang yang mengabaikan tuhan adalah minuman terbaik.
Lima orang lain dinyatakan bersalah atas tuduhan bertempur bersama kelompok teroris, setelah berkunjung dari Pristina ke Turki dan kemudian menuju Suriah. Sementara orang ketujuh didakwa melakukan perekrutan pasukan untuk ISIS dan memberangkatkan mereka ke Suriah untuk bertarung.
Sebagaimana disadur dari Reuters dan dilansir dari laman okezone.com, Sabtu (21/5/2016), semua tersangka, yang beberapa dirantai pergelangan kakinya, tampak tenang saat memasuki ruangan sidang yang dikelilingi oleh polisi anti-teror.
Perkara itu dipandang sebagai ujian bagi negara Balkan muda tersebut saat mereka mencoba mencegah masyarakatnya yang ingin bergabung dengan kelompok garis keras.
Kepolisian setempat mengatakan, sekira 300 warga Kosovo telah bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS dan lebih dari 50 orang di antaranya telah tewas di medan perang. Sedangkan, 100 orang lainnya ditahan di Kosovo atau sedang dalam penyelidikan terkait perekrutan orang untuk bergabung dengan ISIS.
Namun begitu, pihak berwenang memastikan, sepanjang 2016 belum ada warga negara mereka yang berhasil diterbangkan ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan Daesh.
Di bawah undang-undang yang baru, Kosovo dapat memenjarakan warga negaranya hingga 15 tahun jika mereka ikut serta dalam perang di negara lain. Lebih dari 90 persen warga Kosovo merupakan warga Muslim, namun kebanyakan dari mereka sekuler dan cenderung pro-Amerika.
(Fit)