Matatelinga.com, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit
(CDC) di Amerika Serikat (AS) menunjukkan hampir 300 ibu hamil di negeri
adidaya dan kawasan kekuasaannya, positif mengidap virus zika.
Dilansir dari BBC,
Sabtu (21/5/2016), tercatat sedikitnya 157 perempuan hamil di AS
terjangkit virus yang endemik di daerah tropis itu, sementara 122
lainnya berasal dari teritori AS.
“Segala sesuatu yang kita ketahui tentang virus ini, tampaknya lebih
menakutkan dari yang kita pikirkan,” kata Dokter Anne Schuchat dari CDC
pada April 2016.
Virus Zika pertama kali terdeteksi di Uganda pada 1947. Namun sejak
2015, virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti itu mewabah hingga ke
daratan Amerika Latin, khususnya di Brasil.
Penyakit ini sebenarnya tidak mematikan dan dapat sembuh dengan
sendirinya. Namun, apabila virus ini merasuk kepada ibu hamil, bayi yang
dilahirkannya berisiko mengalami microcephaly (kepala berukuran lebih
kecil dari umumnya).
Gejala terserang zika antara lain demam tinggi, mata merah, sakit kepala, nyeri sendi dan ruam pada kulit.
Diprediksi, wabah zika telah merebak ke luar Benua Amerika, menyebar
hingga ke Eropa dan Asia pada tahun ini. Terakhir, Singapura mencatat
seorang warganya sudah terdampak dan kini masih dalam karantina guna
mencegah penyebarannya.
Di AS sendiri, pada awal tahun, Presiden Barack Obama telah meminta
Kongres menggelintirkan dana darurat sebesar USD1,91 miliar atau Rp25,9
triliun untuk memerangi virus tersebut.
(Mtc)