Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
Liputan Papua

Wartawan Asing Ragukan Janji Jokowi Untuk Buka Kesempatan Meliput di Papua

Admin - Kamis, 28 Mei 2015 15:37 WIB
Wartawan Asing Ragukan Janji Jokowi Untuk Buka Kesempatan Meliput di Papua
google
Ilustrasi

Matatelinga.com, Wartawan asing asal Prancis bernama Thomas Dandois meragukan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuka kesempatan bagi wartawan asing untuk meliput di Papua. "Saya rasa tidak mungkin perubahan itu bisa dilakukan dalam semalam," ujarnya kepada Radio Australia, seperti dilansir ABC dan dikutip laman okezone.com, Kamis (28/5/2015).

"Laporan yang dibuat wartawan asing tidak akan menyenangkan hati Pemerintah Indonesia. Wartawan asing akan membuat hal-hal yang tidak ingin didengar Pemerintah Indonesia," imbuhnya.

Tahun lalu, Dandois dipenjara di Papua karena tidak memiliki surat izin masuk yang resmi. Dia bersama rekan wartawannya, Valentine Bourrat, dipenjara selama 2,5 bulan pada 2014. Saat itu keduanya sedang membuat film dokumenter mengenai gerakan separatis Papua.

"Apakah Papua benar-benar terbuka untuk para wartawan? Akankah mereka dapat melakukan pekerjaan mereka? Kami belum tahu itu, dan kami sangat berhati-hati mengenai hal itu," kata Dandois.

Setelah peristiwa itu, Dandois telah kembali ke Prancis. Meski tidak lagi meliput Papua, dia masih mengikuti perkembangan yang terjadi di daerah yang kaya akan sumber daya alam itu.

"Akan menjadi menarik bila dalam waktu 1,5 tahun kemudian kami dapat membuat laporan lengkap mengenai hal itu dengan mewawancarai kedua pihak. Dengan begitu, kami dapat membuat laporan lengkap, tanpa menimbulkan bias yang menyerang Pemerintah Indonesia," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi telah mengumumkan wartawan asing bebas masuk ke Papua seperti halnya ke daerah lain di Indonesia. Hal itu disampaikan Jokowi usai panen raya di Wapeko, Merauke, pada Minggu 10 Mei 2015.

 

(Fit)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru