Minggu, 13 September 2026 WIB

Benarkah Rusia Membocorkan Lokasi Pertahanan Iran ke Israel...?

Redaksi - Rabu, 27 Agustus 2025 09:30 WIB
Benarkah Rusia Membocorkan Lokasi Pertahanan Iran ke Israel...?
Pixabay
Presiden Rusia Vladimir Putin

MATATELINGA, Teheran: Seperti diketahui, Iran telah lama dikenal memiliki hubungan kerja sama yang erat dengan Rusia. Salah seorang pejabat Iran membuat tuduhan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia.

Ia menuding negara tersebut telah memberikan informasi kepada Israel terkait lokasi pertahanan udara Iran. Tuduhan ini disampaikan oleh anggota Dewan Penentu Kemaslahatan Sistem Iran, Mohammad Sadr, pada Minggu (24/8/2025) malam.

Baca Juga:

"Rusia memberikan informasi kepada Israel mengenai lokasi pertahanan udara Iran," sebutnya, dikutip dari Al Arabiya, Senin (25/8/2025).

"Perang ini membuktikan bahwa aliansi strategis dengan Moskwa tidak ada artinya," tambahnya, merujuk pada konflik selama 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni lalu.

Meski demikian, dia tidak memberikan bukti lebih lanjut untuk mendukung tuduhannya tersebut.

Selain itu, Sadr juga menuduh Israel berada di balik pembunuhan mantan presiden Iran, Ebrahim Raisi.

Diketahui, Ebrahim Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter bersama beberapa pejabat Teheran lainnya pada Mei 2024 lalu.

"Sejak awal saya sudah mengatakan ini adalah pembunuhan… dilakukan oleh Israel," katanya.

Pada pertengahan 2025, Israel melancarkan rentetan pengeboman yang menargetkan fasilitas nuklir, pangkalan militer, dan kawasan permukiman di berbagai wilayah Iran.

Serangan militer Tel Aviv tersebut telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk sejumlah komandan senior dan ilmuwan nuklir Iran.

Sementara itu, Iran membalas dengan melancarkan rentetan serangan rudal dan drone yang menewaskan puluhan orang di wilayah Israel.

Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu utama Israel, sempat terlibat dalam konflik tersebut dengan mengebom sejumlah situs nuklir Iran.

Namun, setelah itu Washington berperan sebagai mediator dan mengumumkan penghentian pertempuran antara kedua negara pada 24 Juni lalu.

Selama perang Iran-Israel berlangsung, Rusia hanya sebatas mengutuk serangan tersebut tanpa mengambil tindakan militer ataupun memberikan tekanan diplomatik.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani perjanjian kemitraan strategis antara kedua negara di Moskow pada 17 Januari 2025.

Perjanjian tersebut bertujuan memperkuat hubungan, khususnya di bidang kerja sama militer, menurut AFP.

Namun, kesepakatan ini tidak mencakup pakta pertahanan bersama seperti yang Moskwa tandatangani dengan Korea Utara.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ribuan Penonton Saksikan Final F1 Powerboat Di Balige
Kapolres Simalungun Bersama Forkopimda Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Korban Angin Puting Beliung
Diplomat Tertinggi Rusia Menegaskan, Putin Tidak Akan Bertemu dengan Zelenskyy
Bakamla RI Terjunkan Unsur Laut Cari Korban KM Osela di Perairan Bangka Belitung
Putin Setuju AS dan Eropa Bisa Tawarkan Jaminan Keamanan NATO ke Ukraina
'Permainan Catur' Yang Bisa Gagal, Gimana Tannggapan Trump
 
Komentar
 
Berita Terbaru