MATATELINGA. Tavulia - Kecepatan Desmosedici GP sudah tak sekencang dulu lantaran tim-tim dari pabrikan lain mulai menyaingi mereka, terutama di lintasan lurus. Hal tersebut dikeluhkan Pembalap Tim Mooney VR46, Luca Marini, yang juga mengeluhkan kekuatan motor Ducati yang tidak sehebat dulu.
Tidak demikian dengan Marini. Bahkan, hasil yang didapat sedikit menurun. Setelah sukses meriah empat 10 besar. Dia harus terseok-seok untuk mendapatkan poin di dua balapan terakhir.
Marini pun merasa jika kecepatan motor Ducati mengalami penurunan. Hal itu membuatnya kesulitan untuk menyalip para pesaing di lintasan, sehingga gagal berkembang.
Baca Juga:Kota Sawahlunto Tertarik dengan PBJ dan Pemberdayaan UMKM Pemko Medan
“Saya sangat menyukai motor ini. Jika saja motornya sedikit lebih kuat di lintasan lurus seperti sebelumnya. Mungkin hal itu akan mempermudah untuk menyalip,” kata Marini, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (13/08/2022).
Meski begitu, Marini yakin jika Ducati dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi. Terlebih pabrikan asal Borgo Panigale itu sudah cukup berpengalaman dalam hal mesin dan aerodinamika.
“Ducati memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai mesin dan aerodinamika. Pabrikan lain tidak memilikinya. Saya berharap mereka akan terus berinvestasi kepada hal itu,” ujarnya.
[br]
Pada MotoGP 2022, Ducati membagikan motor Desmosedici GP22 kepada beberapa pembalap saja. Dari delapan pembalap, motor terbaru diberikan kepada tim Ducati Lenovo, Pramac Racing, dan satu unit lagi untuk Marini.
Setelah 12 balapan, terlihat jika motor Desmosedici GP22 sangat kencang. Walau hanya Francesco Bagnaia yang baru bisa menang, Jack Miller, Jorge Martin dan Johann Zarco juga tampak cepat.