Kamis, 28 Mei 2026 WIB

Dollar Menguat, Harga Emas Kembali Tergelincir

Redaksi - Kamis, 23 Januari 2020 02:36 WIB
Dollar Menguat, Harga Emas Kembali Tergelincir
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta: Dollar menguat, harga emas kembali tergelincir pada Rabu (22/1/2020), komentar dari pejabat Departemen Kesehatan China yang menenangkan kekhawatiran investor akan pandemi global





Harga emas spot ada di US$ 1.554,29 per ons troi, turun 0,25% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 1.558,17 per ons troi, Rabu (22/1/2020) pukul 14.46 WIB.

Pasar saham Asia naik karena respons China membantu meredakan kekhawatiran tentang kemungkinan kejatuhan global dari wabah virus corona, meskipun kekhawatiran tentang pukulan terhadap permintaan domestik dan pariwisata tetap ada.

"Dolar stabil dan ada kekhawatiran bahwa permintaan emas dari China akan berkurang di tahun ini," kata Hareesh V, kepala riset komoditas Geojit Financial Service seperti dikutip Reuters.

China akan memulai perayaan tahun baru Imlek, kesempatan pembelian emas utama di kawasan itu mulai akhir pekan ini. Namun, investor khawatir tentang ancaman penularan karena ratusan juta orang bepergian untuk liburan tahun baru.





Korban jiwa dari virus corona baru di China naik menjadi sembilan orang pada Rabu (22/1) dengan 440 kasus yang terkonfirmasi, menurut pejabat kesehatan China.

Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Emas sedang berjuang untuk mendapatkan momentum ketika sentimen pasar saham positif," kata Stephen Innes, kepala strategi pasar AxiCorp dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

"Hedge funds tetap ada di sela-sela dan rekening negara yang aktif pada awal tahun tampaknya tidak ada.. permintaan fisik tahun baru Imlek China lemah."
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru