Selasa, 06 Oktober 2026 WIB

Kenaikan Harga Emas, Data Kepercayaan Kunsumen AS Alamai Penurunan

- Rabu, 27 November 2019 07:15 WIB
Kenaikan Harga Emas, Data Kepercayaan Kunsumen AS Alamai Penurunan
Hand Over
MATATELINGA, New York:  Kenaikan harga emas terjadi setelah data kepercayaan konsumen AS mengalami penurunan pada November. Di sisi lain, investor sangat antusias untuk mengetahui detil lebih jauh atas kesepakatan dagang antara AS dan China.





[adx]

Di luar isu perang dagang, analis meyakini emas akan tetap bullish dalam jangka panjang.

Salah satu indikasinya adalah para spekulator telah menaikkan posisi bullish mereka di kontrak emas dan perak Comex pada pekan yang berakhir hingga 19 November. Hal itu terungkap dari data yang dirilis US Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada Jumat pekan lalu.

"Alasan mengapa Anda melihat posisi CFTC  meningkat adalah karena orang tengah mencari investasi jangka panjang dan cemas mengenai saham yang menjadi terlalu panas saat ini. Mereka khawatir mengenai aksi jual besar-besaran di pasar saham karena kenaikannya terlalu cepat," papar Haberkorn kepada Reuters.

Asal tahu saja, harga emas dunia bergerak naik dari posisi terendah dalam dua pekan terakhir yang terjadi pada Selasa lalu. Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi US$ 1.461,51 per troy ounce per pukul 13.45 waktu New York. Sedangkan harga kontrak emas berjangka naik 0,2% menjadi US$ 1.460,30 per troy ounce.

[adx]





"Satu-satunya cerita di sini adalah kesepakatan dagang AS-China. Dalam beberapa sesi terakhir, harga emas mengalami aksi jual seiring adanya harapan untuk kesepakatan AS-China. Sekarang, harga emas berhenti sejenak dan ini lebih pada (mode) wait and see," papar Bob Haberkorn, senior market strategist RJO Futures kepada Reuters.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Donald Trump mengatakan, AS dan China semakin mendekati kesepakatan dagang fase satu.

"Rumor yang beredar adalah akan ada kesepakatan dagang fase satu. Orang-orang percaya akan ada kesepakatan, tapi sangat kecil isi kesepakatan itu," jelas Michael Matousek, head trader Global Investor AS.

Matousek menambahkan, "Market akan bertanya-tanya terkait hal ini pada pekan-pekan selanjutnya hingga kita mendapatkan informasi lebih dari the Federal Reserve dan kesepakatan dagang dengan China.

Editor
:
Sumber
: ktn
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru