Matatelinga - Jakarta, Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan
masih melemah, meski tipis setelah terimbas pelemahan sejumlah mata uang
emerging market lainnya.
"Terutama untuk mata uang yang
negaranya sedang mengalami konflik anti pemerintahan antara lain
Thailand dan Ukraina," ucap Kepala Riset Trust Securities, Reza
Priyambada dalam risetnya, Jakarta, Kamis (20/2/2014).
Menurut
Reza, tipisnya pelemahan nilai tukar Rupiah tertolong oleh aksi beli
pada € dan £ terkait dengan spekulasi ECB akan kembali meneruskan
pelonggaran moneter dan stabilnya rilis inflasi di Inggris. Selain itu,
meningkatnya AUD pasca dirilisnya kenaikan CB leading indicator turut
berimbas positif.
"Laju USD pun seakan terhalangi sentimen-sentimen positif tersebut sehingga Rupiah pun tidak terlalu melemah dalam," tambahnya.
Rupiah diperkirakan akan bergerak dikisaran Rp11.695-Rp11.785 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).
"Laju Rupiah berhasil bertahan dibawah resisten Rp11.695 per USD," tutur Reza.
(Okc/KNIA)