Rabu, 02 September 2026 WIB
WAKIL KETUA DPP REI RUSMIN LAWIN :

Tahun 2018, Investasi di Sektor Properti Masih Diminati

- Selasa, 02 Januari 2018 11:19 WIB
Tahun 2018, Investasi di Sektor Properti Masih Diminati
Internet
Investasi di sektor properti masih akan tumbuh di 2018
MATA TELINGA-Medan : Wakil Ketua Umum DPP REI bidang hubungan luar negeri Rusmin Lawin menyampaikan bahwa investasi di sektor properti masih akan bertumbuh di tahun 2018. Hanya saja, berdasarkan pengamatan kita banyak investor atau pemodal yang menahan diri untuk membeli properti karena beberapa hal dan aturan yang ditetapkan pemerintah terutama dibidang perpajakan seringkali membuat pembeli bingung. Aturan tersebut terkadang diluar ketentauan yang ada seperti adanya tambahan biaya-biaya yang memberatkan. Kendala lainnya adalah masih kurang kondusifnya sebuah daerah dengan adanya kutipan-kutipan liar pada saat pembangunan properti akan berlangsung atau sedang berlangsung.



"Kalau melihat secara keseluruhan, kinerja sektor properti di pengujung tahun 2017 masih dalam tren rendah, meskipun ada indikator yang menunjukkan pemulihan. Harga dan penjualan perumahan hanya tumbuh di bawah 5% dalam rentang beberapa bulan memasuki tahun 2017. Perkembangan sektor ini di tahun politik diharapkan akan sedikit membaik dibandingkan tahun 2017, tapi masih perlahan. Banyak pembeli yang hendak menjadikan sektor ini sebagai investasi asal pemerintah tegas dalam membuat aturan-aturan yang pada prinsipnya tidak memberatkan," papar Rusmin Lawin di Medan, Selasa (02/01/2018).



Pertumbuhan harga dan penjualan perumahan hingga kuartal III-2017 masih dalam level rendah. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), indeks harga properti residensial tumbuh 3,3% year on year (yoy) sedikit lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (2016), yang hanya tumbuh 2,8% (yoy). Tapi masih lebih rendah dibandingkan tahun 2014 dan 2015 yang mampu mencatat pertumbuhan di atas 5% (yoy).

Sejalan pertumbuhan harga yang masih rendah, pertumbuhan penjualan perumahan pada kuartal III-2017 melemah menjadi 2,6% quarter on quarter (qoq), lebih rendah dibandingkan tahun 2014-2015 yang dapat mencapai dobel digit, bahkan lebih dari 40% (qoq) pada akhir tahun 2014. Sebaliknya kredit properti mulai terlihat tanda pemulihan. Pertumbuhan kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR dan KPA) mulai meningkat sejak Juni 2017. Pada Juni 2017 KPR dan KPA secara tahunan hanya tumbuh 7,9%, kemudian meningkat menjadi 10,6% pada September 2017. Pertumbuhan membaik ini disertai dengan rasio kredit bermasalah (NPL) stabil di level 2,8%.



"Di pasar yang semakin kompetitif sekarang, pengembang dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Baik dari sisi design maupun marketingnya," kata Rusmin Lawin yang juga
Anggota Dewan Gubernur FIABCI 2018-2019.

Kemudian, relaksasi peraturan yang mengizinkan investor asing boleh membeli properti tanah air merupakan perluasan pasar baru bagi industri properti tanah air. Tentunya dengan batasan harga minimal yang berbeda di setiap daerah.

Rusmin Lawin beberapa waktu lalu telah melakukan serangkaian perjalanan ke beberapa negara untuk meyakinkan mereka bahwa berinvestasi di Indonesia masih sangat menguntungkan. Seperti lobi dengan Kementerian MLIT ( Ministry of Land, Infrastructure,Transportation and Tourism) dan beberapa institusi pembangunan, investasi dan keuangan penting seperti JCODE (Japan Conference on Overseas Development of Eco Cities) dan JOIN ( Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development), JUDANREN dan Sekisui Hem Group.



"IHA adalah asosiasi pengembang dunia yang berperan sebagai platform bagi pengembang di seluruh dunia dalam rangka melakukan pertukaran oengetahuan dan pengalaman, pengenalan teknologi terkini dan pencarian solusi untuk mengatasi isu isu pembangunan perumahan secara umum termasuk solusi pembangunan dan pembiayaan rumah murah," papar Rusmin Lawin.


 
Rusmin Lawin berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan ke Menteri MLIT Keiichi Ishii yang didampingi oleh Presiden Japan Federation of Housing Organisations  (JUDANREN) Isami Wada dengan agenda utama menyampaikan  perkembangan terkinitentang investasi perusahaan Jepang dalam pembangunan proyek real estat di tanah air dan sekaligus melakukan lobi agar Menteri Keiichi Ishii terus mendukung peningkatan investasi tersebut terus ketanah air terutama di beberapa program strategis seperti program pembangunan 1 juta rumah yang difokuskan pada rumah murah, smart city dan pembangunan perumahan di perkotaan yang berbasis eco-green.



"Program pemerintah membangun sejuta rumah bagi masyarakat kurang mampu menjadi peluang bagi investor dan peluang juga bagi masyarakat untuk segera memiliki rumah dengan DP murah. Apabila program ini berjalan sesuai dengan harapan, maka akan berdampak pada industri lainnya seperti semen, cat, besi, kayu dan akan membutuhkan ratusan atau mungkin ribuan pekerja. Selain menggerakkan roda perekonomian, program ini nantinya bisa menyerap ribuan tenaga kerja," tandasnya.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru