Matatelinga.com, Puji tidak sendiri dalam membangun usahanya, dia melibatkan para
santri pondok Mental Tobat dan rekanya seorang pengusaha camilan dengan
merk dagang I You Me yang tinggal di Yogyakarta. Dalam sebulan pihaknya
mampu memproduksi antara 700-1000 kemasan.
“Bahanya dari pisang kapok kuning dan kapok putih. Pisang
dibersihkan beberapa kali untuk menghilangkan getah yang ada, setelah
itu digoreng lalu masuk alat press untuk mendapatkan kripik renyah dan
tahan lama. Setelah itu baru diberikan rasa pedas di aduk secara
manual,” terangnya.
Berbekal semangat kartini dan keinginan menggali potensi desanya,
seorang mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal desa Bulusan Kecamatan
Gandrung Mangu Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Puji Febriawati sukses
menjadi seorang pengusaha kripik pisang bermerek Ngapak-Ngapak.
Sepintas produk kripik pisang Ngapak Nagapak sama dengan kripik
pisang lainnya, yang membedakan kripik pisang ini memiliki rasa yang
beragam mulai dari rasa pedas yang mempunyai level 3 hingga 10, coklat
dan barbeque. Selain itu dalam pengemasannya produk kripik ini
menggunakan alat pres agar kerenyahan kripik terjaga lama.
“Bahan baku pisangnya juga harus fresh, mengorengnya juga dengan miyak nabati pilhan,” imbuhnya.
Setiap kemasan dibanderolnya dengan harga Rp10 ribu. Puji mengaku
hanya menjual produknya melalui internet. Meskipun demikian dia sempat
menerima pesanan dari Hongkong, Taiwan, Singapura dan Brunei Darussalam.
Setiap bulan dirinya mampu menjual 700-1.000 bungkus.
“Untuk pemasaranya sendiri kita merambah ekonomi mengah ke atas
tentunya dengan kualitas rasanya perlu perbandingan yang signifikan.
Kemudian sudah ada beberapa pesanan datang dari luar negeri. Untuk
seluruhnya pemasaranya lewat online baik Facebook, Instagram danTwiter,”
akunya.
(Mtc)