Selasa, 08 September 2026 WIB
Vale Indonesia

Vale Indonesia Harapkan Amdal Blok Pomalaa

Admin - Senin, 29 Juni 2015 17:30 WIB
Vale Indonesia Harapkan Amdal Blok Pomalaa
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengharapkan dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) Blok Pomalaa akan segera dikeluarkan. Terlebih, dokumen Amdal itu berguna dalam merealisasikan rencana pengembangan tambang perseroan di Blok Pomalaa.

"Tapi kemarin sudah sidang, mungkin nanti ada adendum, karena ada perubahan lokasi atau port-nya. Terkait perizinan, kita akan terus kejar. Yang belum itu Amdal dan izin exploitasi," tutur Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter usai Rapat Umum Pemegang Luar Biasa (RUPSLB), di Graha Niaga, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Nico mengatakan, perusahaan hingga kini masih akan terus melakukan study serta diharapkan izin AMDAL bakal segera keluar di akhir kuartal kedua tahun ini. Lantaran proyek ini, merupakan proyek besar yang harus dilakukan dengan komprehensif.

"Proyek ini adalah proyek besar, yang penuh kehati-hatian dan dilakukan dengan komprehensif. Diharapkan izin Amdal bisa keluar secepatnya atau akhir kuartal kedua ini, setelah izin Amdal kita kantongi, maka kita siap melaksanakan step berikutnya," jelasnya.

Sekadar informasi, akhir Mei lalu Vale Indonesia menggelar presentasi Amdal Blok Pomalaa, Sulawesi Tenggara kepada para pemangku kepentingan tingkat pusat dan daerah. Kegiatan juga disertai sesi dengar pendapat untuk menjadi masukan dalam dokumen revisi dan persetujuan AMDAL.

Di Blok Pomalaa, Vale Indonesia akan bermitra dengan Sumitomo Metal Mining (SMM) untuk mengembangkan pabrik pengolahan nikel berteknologi HPAL (High Pressure Acid Leaching).

Fasilitas pengolahan akan memproses bijih nikel dan menghasilkan MSP (Mixed Sulphide Precipitate) dengan kandungan nikel di atas 45 persen yang memenuhi syarat ekspor produk yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia. Demikian dilansir laman okezone.com


(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru