Senin, 05 Oktober 2026 WIB

Wamendagri, Deliserdang Termasuk Kabupaten Ber-APBD Besar, Tantangannya Setara Gubernur

Hanter - Jumat, 03 Juli 2026 09:15 WIB
Wamendagri, Deliserdang Termasuk Kabupaten Ber-APBD Besar, Tantangannya Setara Gubernur
Dialog Otonomi di Hall IKM, Lubuk Pakam, Kamis (2/7/2026).

MATATELINGA,Deliserdang :Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengingatkan kepala daerah bahwa tantangan pemerintahan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan periode sebelumnya. Selain menghadapi penyesuaian transfer ke daerah (TKD), kepala daerah juga dituntut mampu menjawab dinamika geopolitik global, mengawal program prioritas nasional, memenuhi janji kampanye, hingga beradaptasi dengan perkembangan media digital yang bergerak sangat cepat.


Menurut Bima Arya, pemerintah daerah saat ini menjadi ujung tombak dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pertumbuhan ekonomi dan pemanfaatan bonus demografi.

Baca Juga:

"Kalau daerah mampu melompat pertumbuhan ekonominya, maka Indonesia punya peluang keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Di sisi lain, bonus demografi harus benar-benar dimanfaatkan, karena sebagian besar penduduk Indonesia berada di wilayah kabupaten," ujarnya saat menjadi keynote speech pada Dialog Otonomi di Hall IKM, Lubuk Pakam, Kamis (2/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Bima Arya menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri memetakan kinerja pemerintah daerah ke dalam lima kategori berdasarkan kondisi APBD dan kualitas pelayanan publik. Kategori pertama adalah survivor, yakni daerah yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik meski APBD stagnan atau menurun. Kedua, adaptif, yaitu daerah dengan APBD stagnan atau menurun, namun kualitas pelayanannya tetap terjaga.
Ketiga, fragile, yakni daerah yang tidak mampu mengimbangi tekanan fiskal sehingga kualitas pelayanan publik ikut menurun. Keempat, transformer, yaitu daerah yang berhasil meningkatkan APBD sekaligus kualitas pelayanan publik. Sementara kategori terakhir adalah underperformer, yakni daerah yang mengalami peningkatan APBD, tetapi kualitas pelayanan publik justru menurun.
Menurutnya, daerah yang mampu menjaga bahkan meningkatkan pelayanan publik di tengah berbagai tantangan merupakan contoh yang patut diapresiasi.
"Menurut saya, Deli Serdang masuk kategori survivor dan transformer. Artinya, di tengah berbagai macam ujian saat ini, Deli Serdang berhasil mempertahankan postur APBD-nya sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik," kata Bima Arya.

 
Berita Terbaru