Ratusan para sopir sopir tersebut menginformasikan, Seharusnya pihak PT Pelindo sebelum me
naikkan
tarif pas masuk ke geat 3 terlebih dahulu mengundang kami sehingga kami tidak kecewa akibat saat mau masuk kegeat 3 truk kami ditahan oleh petugas sehingga terjadi perdebatan.
Kami menuntut supaya tarif pas masuk kegeat 3 tersebut untuk kembali di evaluasi kenaikan tarifnya, masak baru sekarang terkesan terburu buru, bagi kami itu terlalu besar semula tarif Rp. 12.300 menjadi Rp. 17.000. Ini namanya PT Pelindo memaksakan kehendaki.
Baca Juga:
Beberapa supir juga meminta kepada Yusrizal sebagai Executive General Manager (EGM) PT Pelindo (Persero) Regional 1 Belawan saat berada dilokasi untuk memberikan penjelasan kepada kami,agar
tarif ini bisa kami laporkan kepada pemilik angkutan.
Dalam orasinya mewakili salah seorang supir yang hendak mengangkat peti kemas meminta tarif masuk petikemas melalui gate 3 untuk dievaluasi karena kenaikan tersebut terlalu tinggi kalau memang itu sudah menjadi program kementrian perhubungan pasti kami dukung kata Marlon.
Kita kan nunggu barang dari pengguna jasa otomatis kita nunggunya di dalam
gate 3 karena sudah melewati
gate 3 pasti kita bayar pas
gate tadi, nah permasalahannya kalau seandainya kita tidak dapat barang gimana biaya yang kami bayarkan tadi jelas Mustar mewakili supir.
Akibat aksi ini menimbulkan kemacetan cukup pa jang berjam jam lamanya karena aksi ini menutup gate masuk di gate 3.
Baca Juga:
Untuk sementara (hari ini) seluruh angkutan yang mengadakan muat dan bongkar barang di dalam digratiskan, ucap supir lainnya.
Saat aksi unjuk rasa dan pemblokiran jalan,Yusrizal Executive General Manager (EGM) PT Pelindo (Persero) Regional 1 Belawan, Kompol J Napitupulu sebagai Kabagops Polres Pelabuhan dan jajarannya hadir.
Usai menerima himbauan dan mengajak kompromi oleh Kompol J Napitupulu, akhirnya pendemo pun bubar dan kembali lancar jalan menuju pelabuhan petikemas.
Baca Juga: