Matatelinga - Jakarta, Pada penutupan perdagangan kemarin IHSG terkoreksi
18,813 poin (0,36 persen) ke level 5.205,322. Sedangkan indeks LQ45
berkurang 4,45 poin (0,50 persen) ke 885,29. Upaya indeks harga saham gabungan (IHSG)
menembus level resistance baru untuk memuluskan langkah kenaikan
lanjutan tertunda.
Investor asing masih memborong saham
dengan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 155 miliar.
Bersamaan dengan itu, nilai tukar rupiah menguat ke Rp 11.760 per dolar
Amerika Serikat (USD) dibandingkan Rp 11.781 per USD pada penutupan
sebelumnya (kurs tengah BI).
Bursa unggulan di Asia pada penutupan
perdagangan kemarin mayoritas melemah. Indeks Straits Times turun 2,43
poin (0,07 persen) ke 3.346,34. Indeks Nikkei 225 drop 52,17 poin (0,33
persen) ke 15.676,18. Indeks Hang Seng turun 20,03 poin (0,08 persen) ke
25.297,92. Indeks Composite Shanghai naik 18,24 poin (0,80 persen) ke
level 2.306,86.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities
William Surya Wijaya memerkirakan pada akhir pekan ini IHSG bergerak di
rentang 5.186"5.251. "Di tengah capital inflow yang masih terjadi, IHSG
koreksi sehat. Ini hal alami yang kerap terjadi pada proses perjalanan
naik," ungkapnya Kamis (4/9/2014).
Potensi menjajal level support 5.186
mulai terbuka. Meski begitu, kekuatan naik IHSG untuk menembus
resistance tertinggi sepanjang masa pada 5.251 masih cukup besar. "Pola
pergerakan jangka pendek, menengah, maupun panjang masih dalam jalur
up-trend. Hanya menunggu waktu untuk naik," ujarnya.
Tim Analis PT Sinarmas Sekuritas
memerkirakan pada akhir pekan ini bursa akan bergerak beragam di kisaran
level 5.189-5.226. Indeks akan dipengaruhi faktor eksternal, yakni
European Central Bank (ECB) akan merilis suku bunga yang diperkirakan ke
level 0,15 persen. Dari Amerika Serikat (AS) akan dirilis data neraca
perdagangan yang diperkirakan defisit USD 42,1 miliar dibandingkan
sebelumnya USD 41,54 miliar.
Selain itu, akan dirilis data initial
jobless claims AS yang diperkirakan naik menjadi 301 ribu. Dari dalam
negeri masih menantikan penyusunan kabinet pada pemerintahan baru
dijadwalkan pada Oktober nanti.
(Mt/Okz)