Selasa, 28 April 2026 WIB

Hari Ini Harga Emas Berjangka Meroket Tajam, ini Pemicunya

Redaksi - Rabu, 21 Desember 2022 08:35 WIB
Hari Ini Harga Emas Berjangka Meroket Tajam, ini Pemicunya
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Harga emas berbalik menguat karena dolar melemah setelah bank sentral Jepang (BoJ) secara tak terduga mengubah kebijakan moneternya. Membuat harga emas berjangka hari ini meningkat tajam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi Wib).


Departemen Perdagangan AS melaporkan Selasa (20/12/2022) bahwa pembangunan rumah baru AS turun 0,5% disesuaikan secara musiman pada November menjadi 1,43 juta. Namun, izin bangunan untuk rumah baru anjlok 11,2% menjadi 1,34 juta pada November.

Investor sekarang menunggu data inflasi utama AS yang akan keluar pada Jum'at (23/12/2022) untuk petunjuk kebijakan moneter Fed lebih lanjut.

Baca Juga:Longsor di Sekitar Galian C Bangun Purba Timbun Gudang Warga

Logam lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik USD1,072 atau 4,62%, menjadi ditutup pada USD24,271 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari terangkat USD25,30 atau 2,56%, menjadi menetap pada USD1.013 per ounce.

Seperti dikutip dari Okezone, Rabu (21/12/2022), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD27,70 atau 1,54% menjadi ditutup pada USD1.825,40 per ounce.


Dolar AS melemah pada perdagangan Selasa (20/12/2022), di tengah penguatan yen Jepang dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 0,69% menjadi 104,0110.

BoJ mengumumkan pada Selasa (20/12/2022) bahwa mereka akan melonggarkan kebijakan pengendalian ketat imbal hasil obligasi pemerintah, membuat yen Jepang melonjak terhadap dolar AS.

[br]

Bank sentral mengatakan akan meninjau kebijakan kontrol kurva imbal hasil dan memperluas rentang perdagangan untuk imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun dalam perubahan yang tidak terduga.

Pada jumpa pers pasca-pengumuman, Gubernur BoJ Kuroda berusaha menekankan bahwa perubahan itu "bukan kenaikan suku bunga," tetapi untuk meningkatkan fungsi pasar obligasi. Dia menegaskan kembali terlalu dini untuk membahas jalan keluar dari stimulus.

Investor juga khawatir tentang potensi resesi ekonomi AS.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru