Rabu, 06 Mei 2026 WIB

Tertekan Dolar AS Harga Emas Jatuh Pada Penutupan Perdagangan

Redaksi - Rabu, 06 Juli 2022 06:35 WIB
Tertekan Dolar AS Harga Emas Jatuh Pada Penutupan Perdagangan
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Imbas dari dolar AS yang meroket ke tertinggi dua dekade merobohkan daya tarik logam kuning sebagai tempat investasi yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Harga emas jatuh pada penutupan perdagangan Rabu (07/06/2022).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya melonjak 1,5% menjadi di atas 106,5 poin, tertinggi sejak Desember 2002. Dolar telah reli dengan beberapa pemberhentian sejak November tahun lalu karena taruhan kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve.

"Penguatan dolar AS telah menyebabkan harga emas menukik lebih jauh, dengan akibatnya turun secara nyata di bawah level 1.800 dolar AS per troy ounce," kata Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Baca Juga:Sampaikan Proyek Infrastruktur Rp2,7 Triliun Sebagai Pendorong, Gubernur Sumut Hadiri Rapat Paripurna DPRD Sumut


Diketahui, risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Juni akan keluar pada Rabu waktu setempat, dan data bulanan penggajian non pertanian (NFP) AS. Kedua peristiwa tersebut dapat membawa volatilitas yang signifikan terhadap harga emas, menurut analis pasar.

Tercatat untuk kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD37,6 atau 2,09%, menjadi ditutup pada USD1.763,90 per ounce. Seperti dikutip dari Okezone, Rabu (06/07/2022).


Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 54,6 sen atau 2,78%, menjadi ditutup pada 19,121 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD20,6 dolar AS atau 2,36%, menjadi ditutup pada USD850,7 per ounce.

[br]

Harga emas menyentuh level terendah sesi di USD1.763,15 terendah sejak palung Oktober 2021 di USD1.758.

Serta harga emas terperosok di bawah level kunci USD1.800 per ounce merupakan harga terendah sepanjang tahun ini, karena kekhawatiran resesi dan kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh sebagian besar bank-bank sentral telah mempercepat aksi jual.

Di mana indikator teknis untuk emas sekarang sepenuhnya bearish.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru