Selasa, 28 April 2026 WIB

Nasdaq Jatuh 2,78%, Wall Street Merosot Tajam Ke Bawah

Redaksi - Sabtu, 12 Februari 2022 07:20 WIB
Nasdaq Jatuh 2,78%, Wall Street Merosot Tajam Ke Bawah
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Karena aksi jual besar-besaran di Wall Street berlanjut di tengah meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan Ukraina dan Rusia, serta spekulasi kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve. Saham-saham AS turun tajam pada akhir perdagangan Jum'at (Sabtu pagi Wib).


Investor khawatir bahwa inflasi panas akan mendorong langkah kebijakan yang lebih agresif dari Federal Reserve. Sementara itu, investor juga khawatir tentang ketegangan Rusia-Ukraina.

Kekhawatiran itu meningkat setelah Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan kepada Bloomberg bahwa dia menginginkan persentase penuh kenaikan suku bunga selama tiga pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya. Seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (12/02/2022).

Baca Juga:Ditemukan Banyak Kecurangan, Warga Kecamatan Medan Denai Geruduk DPRD Medan

"Dengan mendorong harga energi lebih tinggi, invasi Rusia kemungkinan akan memperburuk inflasi dan melipatgandakan tekanan pada The Fed untuk menaikkan suku bunga," kata Bill Adams, kepala ekonom untuk Comerica Bank.

"Dari perspektif The Fed, efek inflasi dari invasi Rusia dan harga energi yang lebih tinggi kemungkinan akan lebih besar daripada implikasi negatif kejutan untuk pertumbuhan global," tambahnya.


Ketika ketidakpastian di perbatasan Rusia-Ukraina terus berkembang, upaya diplomatik intensif sedang dilakukan, yang bertujuan untuk menyelesaikan ketegangan melalui penyelesaian damai.

Perlu diketahui, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 503,53 poin atau 1,43%, menjadi menetap di 34.738,06 poin. Indeks S&P 500 terperosok 85,44 poin atau 1,90%, menjadi berakhir di 4.418,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 394,49 poin atau 2,78%, menjadi ditutup di 13.791,15 poin.

[br]

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi dan konsumen non-primer masing-masing jatuh 3,01% dan 2,82% memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi dan utilitas masing-masing naik 2,79% dan 0,01%, hanya dua kelompok yang naik.

Penurunan tajam Jum'at (11/02/2022) mengikuti kemunduran besar di Wall Street, yang membuat Dow jatuh 526 poin pada Kamis (10/02/2022), karena pembacaan inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan membuat pasar terkesima.

Indeks harga konsumen AS untuk Januari tumbuh 7,5% secara tahun ke tahun, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (10/02/2022), lebih tinggi dari konsensus perkiraan pasar 7,3%, dan tertinggi sejak 1982.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru