Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB

Dipicu Kekhawatiran Krisis Evergrande, Harga Emas Naik Tajam

- Rabu, 22 September 2021 08:45 WIB
Dipicu Kekhawatiran Krisis Evergrande, Harga Emas Naik Tajam
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Kekhawatiran atas kebangkrutan perusahaan properti China Evergrande terus mendorong pembelian aset aman safe-haven, menjelang pertemuan Federal Reserve yang dapat memberikan petunjuk tentang jadwal bank sentral untuk memotong stimulusnya terhadap ekonomi AS. Harga emas kembali naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi Wib).


Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan merilis pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi baru pada akhir pertemuannya pada Rabu waktu setempat. Beberapa analis percaya bank sentral dapat mengumumkan dimulainya pengurangan pembelian aset pada kuartal keempat, yang bisa mendorong emas lebih rendah.

Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tanpa bunga.

Baca Juga:Kapolri Hadiri Peletakan Batu Pertama Islamic Center PERSIS

"Pertanyaan besar yang perlu dijawab adalah apakah ketidakpastian pasar saat ini akan mengubah jadwal prospektif yang mungkin dimiliki The Fed ketika mengumumkan pengurangan pembelian aset," kata Michael Hewson, kepala analis pasar di CMC Markets UK.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 40,7 sen atau 1,83%, menjadi ditutup pada 22,611 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 51,6 dolar AS atau 5,74% menjadi ditutup pada 950,8 dolar AS per ounce.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, bertambah lagi 14,4 dolar AS atau 0,82% menjadi ditutup pada 1.778,20 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (20/09/2021), emas berjangka juga terangkat 12,40 dolar AS atau 0,71% menjadi 1.763,80 dolar AS.

Emas berjangka jatuh 5,3 dolar AS atau 0,3% menjadi 1.751,40 dolar AS pada Jum'at (17/09/2021), setelah anjlok 38,1 dolar AS atau 2,12% menjadi 1.756,70 dolar AS pada Kamis (16/09/2021), dan merosot 12,3 dolar AS atau 0,68% menjadi 1.794,8 dolar AS pada Rabu (15/09/2021).

[br]

Aset aman atau safe-haven emas telah naik di tengah kekhawatiran baru-baru ini tentang pertumbuhan ekonomi global, atau lebih khusus lagi perlambatan ekonomi China, yang cukup untuk melebihi pemulihan ekuitas, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Namun, gambaran teknikal untuk emas "tetap bearish dalam jangka pendek", kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

"Kami mungkin melihat pedagang jangka pendek yang telah melakukan penjualan mungkin sore hari dan melakukan beberapa penyesuaian posisi menjelang FOMC," sambungya.

Pengaruh positif dari tergelincirnya dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah juga mengangkat emas, kata Wyckoff. (Mtc/Okz)
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru