Jumat, 11 September 2026 WIB

Kabag Pemasaran Bank Sumut Jadi Nara Sumber Ujian Anggota PWI

- Sabtu, 03 April 2021 10:15 WIB
Kabag Pemasaran Bank Sumut Jadi Nara Sumber Ujian Anggota PWI
Matatelinga.com
MATATELINGA, Medan: Kepala Pemasaran Bank Sumut, Ramadhan Muda Siregar berikan pemaparan mengenai peran Bank Sumut dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid 19, dalam acara ujian kompetensi muda dan biasa Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Sumatera Utara. Bertempat di aula Parada Harahap, Gedung PWI Sumut, Jalan Adinegoro. Sabtu ( 3/4/2021) pukul 9.00 WIB.


Dalam penjelasannya, Ramadhan mengatakan bahwa memang tahun 2020 ini, kondisi ekonomi bukan hanya Indonesia, secara dunia global mengalami kerontokan dibeberapa kuartal berturut-turut yang mengalami minus.

Pada saat menjelang kuartal ketiga, ada sedikit positif makanya kita diselamatkan untuk hal itu secara perbankan nasional mengalami kemunduran pencapaian ataupun penghasilan dari tahun 2019 rata-rata mengalami penurunan nya sampai 3 sampai 50%.

" Di tahun 2019 Bank Sumut dalam menghadapi pandemi covid 19 alhamdulillah hanya mengalami posisi pencapaian laba sekitar 5,5% dari tahun 2019.

Akhirnya disini Bank Sumut bisa survive di tahun 2020 dibandingkan di tahun 2019 dengan kondisi rata-rata secara nasional kita bisa survive hanya minus 5,5%. Jadi di sini saya sampaikan untuk laba di 2019 kita 545 miliar, kemudian di tahun 2020 kita mencapai 515 miliar, "ucap Ramadhan.

[br]Lanjutnya lagi, pada tahun 2019 padahal Bank Sumut telah memberikan relaksasi penundaan pembayaran angsuran kepada para debitur yang terdampak covid 19, sampai di bulan Desember 2020.

Penunggakan kredit macet Bank Sumut kalau di tahun 2019, berada di 4,36%, mengalami perbaikan di tahun 2020 menjadi 3,54%, artinya ada perbaikan 0,82% dibandingkan tahun 2019. Dari sisi Aset, dengan kondisi pandemi naik.

"Komitmen di tahun 2020 kita bisa survei juga kita tumbuh dari 31,7 triliun menjadi 33,5 triliun artinya tumbuh sekitar 5,65% di tahun 2000 bandingkan tahun 2019 sebesar 5,65 %. Kita hanya mengalami penurunan di kondisinya di pemberian kredit 2019.

Kita berikan sebesar 23,7 triliun. Pada tahun 2020 kita 23,6 triliun atau sekitar 0,38% dan ini kondisinya memang seluruh pangsa pasar secara nasional juga agar selektif dalam pemberian kredit tahun 2020 dikarenakan adanya pandemi covid 19, "jelas Ramadhan.

[br]Lebih jauh katanya lagi, pada tahun 2021 adalah tahun ujian bagi seluruh perbankan karena relaksasi yang diberikan kepada debitur tersebut, pemerintah pada tahun 2020 hingga tahun 2021 ini adalah ujian bagi seluruh perbankan,.

Karena relaksasi ataupun penundaan yang diberikan kepada debitur berakhir di bulan Desember 2020. Ini merupakan ujian. Sebenarnya gimana peran kita sebagai perbankan nasional, Bank Sumut mengantisipasi di tahun 2020 untuk itu di tahun 2021 dari Bank Sumut harus tumbuh menjadi 34, 8 triliun labanya.

Dan harus mencapai 530 miliar artinya ada perbaikan dibanding aset Bank Sumut di tahun 2021. Untuk tingkat kemacetan kredit juga harus melakukan perbaikan menjadi 2,99%.

[br]"Dimasa Pendemi covid-19, Bank Sumut membuat aturan untuk tidak boleh berdekatan dan menjaga protokol kesehatan, kepada nasabah, disarankan untuk tidak datang ke kantor, makanya para perbankan membuat suatu kreativitas perbankan.

Di Bank Sumut sendiri, di tahun 2020 dan 2021 ini membuat strategi produk-produk digitalisasi. Dan sekarang kita juga lagi proses pengembangan, mudah-mudahan, insya Allah sebelum pertengahan tahun 2021ini, kartu ATM Bank Sumut sudah berfungsi juga sebagai debit card.

Artinya kita dalam pembayaran terhadap suatu pembelian produk udah bisa melakukan gesek ke mesin merchanya dan kita juga melakukan beberapa kerja sama dengan bank lainnya dalam pemulihan ekonomi nasional.

Bank Sumut mendapat dana dari pemerintah pusat sebesar 1 triliun sebagai peran aktif bangsa di perbankan, "pungkas Ramadhan Muda Siregar mengakhiri. ( Suriyanto )
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru