Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Aswan: Naiknya Iuran BPJS Situasi Pandemi, Keputusan Dinilainya Tidak Bijaksana

Redaksi - Jumat, 15 Mei 2020 06:30 WIB
Aswan: Naiknya Iuran BPJS Situasi Pandemi, Keputusan Dinilainya Tidak Bijaksana
Hand Over
MATATELINGA, Medan: Dengan situasi Pandemi Virus Corona atau Covid-19 sekrang ini, Pemerintah kembali menetapkan naiknya Iuran BPJS melalui Perpres Nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres No. 82 Tahun 2018 Tentang Jaminan Kesehatan.


Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDI Perjuangan Sumut Dr. Aswan Jaya pada Wartawan,Kamis (14/5/2020) terkait rencana Pemerintah yang kembali menaikkan Iuran BPJS, keputusan ini dinilai tidak bijaksana dan tidak memiliki kepekaan terhadap kesulitan masyarakat dimasa pandemi Covid-19.

“Kendatipun baru akan diberlakukan per 1 Juli 2020, namun situasi ekonomi dan psikologi masyarakat masih akan sama pada saat ini. Apalagi Perpers tersebut tidak susuai dengan semangat putusan MA yang telah membatalkan Putusan Pemerintah tentang kenaikkan iuran BPJS beberapa waktu lalu," sebutnya

Sebut Aswan, walaupun pemerintah menyubsidi peserta BPJS kelas III sejumlah Rp16.500 tetapi hal tersebut tidak juga memberikan solusi bagi masyarakat.

Dampak Covid-19 tidak hanya dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah, tetapi juga dirasakan sangat signifikan oleh masyarakat menengah bahkan atas.


“Sehingga keputusan pemerintah menaikan kembali iuran BPJS pertanggal 1 Juli nanti bukan langkah bijak,” imbuh Mantan Aktivis’98 tersebut,

Meski beban pelaksana BPJS begitu berat bukan berarti solusinya adalah menaikkan iuran BPJS.

“Kenapa tidak berpikir mencari solusi yang lain selain memberatkan Masyarakat,” tegas Aswan

Situasi saat ini, katanya, apabila sudah keluar dari pandemi Covid-19, masyarakat akan memasuki masa pemulihan ekonomi dan membutuhkan setidaknya satu tahun kedepannya untuk kembali normal, itupun bagi mereka yang cepat menyesuaikan diri.

“Kita berharap pemerintah mampu mencari berbagai alternatif untuk meringankan beban masyarakat yang tengah dipaksa di rumahkan tanpa kerja-kerja produktif," akunya.
Editor
:
Sumber
: wspc
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru