Senin, 21 September 2026 WIB

‘Oeang Soematra’ Mulai Langka dan Mahal

Admin - Senin, 14 April 2014 15:04 WIB
‘Oeang Soematra’ Mulai Langka dan Mahal

Matatelinga - Medan, Pada masa sebelum Indonesia merdeka dan beberapa tahun setelah di proklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia oleh Soekarno – Hatta, masyarakat Indonesia masih terkotak-kotak sesuai dengan daerahnya masing-masing. Tak heran di masa itu pula, uang sebagai alat tukar juga masih sangat bervariasi sesuai dengan daerahnya masing-masing. Selain Uang gulden yang dibawa oleh Belanda sebagai alat tukar yang sah, uang daerah juga menjadi sebuah alat tukar alternatif bagi para orang tua kita dulu. Misalnya saja, beberapa kota yang di masa awal kemerdekaan dulu merupakan kota besar dan kota perdagangan memiliki uang daerah sendiri sebagai alat tukar yang sah. Seperti Siantar, Lima Poeloeh, Tuntungan, Asahan, Kuta Radja, Bukit Tinggi, Djambi, dan daerah-daerah lainnya.

Saat ini, uang kertas daerah merupakan satu dari sekian banyak jenis uang kertas yang diminati bagi para kolektor Numismatik maupun penggemar dan pencinta uang kuno. Bahkan beberapa diantara uang daerah yang pernah beredar dulu, saat ini tergolong langka dan susah di dapatkan. Oleh karena itu Uang daerah menjadi satu “item collection” yang wajib bagi para kolektor dan penggemar uang kuno, meskipun harganya mulai mahal.

Sayangnya, di kalangan kolektor maupun penggemar dan pencinta uang kuno, saat ini mulai beredar uang daerah yang palsu. Di sela-sela pertemuan rutin para kolektor dan penggemar serta pencinta uang kuno, Darwinsyah, Ketua Soematra Numismatik Club (Soentic) menjelaskan “beberapa jenis uang kertas daerah saat ini sudah langka, dan susah untuk didapatkan. Kalaupun ada, terkadang harganya mahal, ada yang sampai jutaan rupiah. Mungkin karena langka dan mahal itulah makanya beredar uang palsu, khusus uang kertas daerah. Uang daerah palsu ini ada yang dipalsukan di jaman dulu saat uang tersebut masih beredar, ada juga yang dipalsukan setelah masa kemerdekaan sekarang oleh orang yang sengaja berniat untuk menipu para kolektor dan pencinta serta penggemar uang kuno”.

Soematra Numismatik Club (Soentic) merupakan sebuah wadah diskusi, komunikasi dan silaturahmi bagi sesama pencinta dan penggemar uang kuno. Komunitas ini selalu melakukan pertemuan rutin tiap hari Sabtu pada pukul 2 siang bertempat di kantor pos Medan. Sabtu kemarin (12/4) dalam pertemuan rutin tersebut diskusi sengaja membahas tentang asli atau palsunya uang daerah. Para penggemar dan pencinta uang kuno yang tergabung dalam komunitas ini sengaja membawa koleksinya masing-masing terkait uang kertas daerah mulai dari yang asli hingga yang palsu. Dalam diskusi ini membahas bagaimana caranya membedakan uang daerah yang asli dan yang palsu dengan membandingkan secara langsung uang daerah yang asli dan palsu yang dibawa oleh masing-masing anggota komunitas.

Soentic baru saja di deklarasikan pada Sabtu lalu (5/4) di kantor pos medan. Komunitas ini sengaja dibentuk untuk menyatukan para kolektor dan pencinta serta penggemar uang kuno dalam satu wadah,  yang sebelumnya saling jalan sendiri-sendiri dan masing-masing. “Nggak lucukan, punya hobi yang sama, punya kecintaan yang sama pula terhadap uang kuno. Tapi pada jalan masing-masing. Padahal, ketemu orangnya itu-itu saja di lapangan. Kenapa tidak kita satukan dalam sebuah wadah”. Jelas Darwinsyah.

Meski saat ini anggota Soentic hanya berkisar dua puluhan orang saja, namun jumlah kolektor numismatik di Medan jumlahnya cukup banyak dan keberadaannya juga cukup di pertimbangkan oleh kolektor numismatik di kota lain. “Kalau di jakarta setiap tahunnya selalu ada Java Auction, melalui komunitas dan wadah ini kami berharap ke depannya akan ada Soematra Auction, yang merupakan sebuah even pameran uang kuno di Indonesia. Bagi Anda penggemar dan pencinta apalagi kolektor uang kuno yang berminat untuk bergabung dengan Soentic, silahkan datang ke kantor pos Medan setiap hari sabtu pada pukul 2 siang. Juga bisa menghubungi langsung pengurus Soentic : Darwinsyah (081370170551) atau Irwan (085371201155)” tutup Darwinsyah sebelum menutup diskusi tentang asli atau palsunya uang daerah, khususnya Oeang Soematra.


(Rlel/Mt-0!)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru