MATATELINGA, Labusel: Video kasus perundungan seorang pelajar MTsn di Labusel yang dianiaya kawannya viral di media sosial belakangan ini. Dalam video singkat yang sudah beredar itu, terlihat seorang anak yang mengenakan seragam sekolah dianiaya dengan cara dipukul, dan ditendang. Pelaku tampak bertubuh lebih besar. Lokasi penganiayaan berada di sekitar areal pekuburan tak jauh dari dekat sekolah.
Kantor Kementerian Agama Labuhan Batu Selatan (Labusel) pun mengatakan segera menindaklanjuti masalah ini. Kepala Kantor Kementerian Agama Labusel,
M. Rosyadi Lubis menyatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi mengenai masalah ini. Pihak sekolah juga sudah memberikan laporan awal.
"Berdasarkan informasi dari kepala sekolah, kejadian tersebut setelah pulang dari sekolah. Lalu orangtua yang bersangkutan sudah dipanggil dan duduk bersama
dengan kepala sekolah," kata Rosyadi, Jumat (20/9/2019).
Rosadi menjelaskan orang tua kedua anak tersebut sepakat melakukan perdamaian. Surat perjanjian perdamaian tersebut sudah ditandatangani oleh kedua orang tua pada Kamis (19/9) disaksikan kepala sekolah.
Kendati sudah ada perdamaian, Rosyadi menyatakan dia akan menelisik kasus tersebut. Untuk mendapatkan beberapa detail informasi lainnya.
"Kita akan turun ke sekolah yang bersangkutan, untuk memastikan kejadian tersebut," tukasnya. (mtc/fae)