Jumat, 18 September 2026 WIB

Sempat Ingin Dijual, Penyu Langka Seberat 100 Kg di Sibolga Berhasil Dilepasliarkan

- Senin, 02 September 2019 11:42 WIB
Sempat Ingin Dijual, Penyu Langka Seberat 100 Kg di Sibolga Berhasil Dilepasliarkan
Mtc/ist
Seekor Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) dengan berat sekitar 100 kilogram berhasil dilepasliarkan Di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga Sumut Minggu (1/9). Sebelumya hewan langka itu terjaring dua orang nelayan dan sempat ingin dijual
MATATELINGA, Sibolga: Seekor Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) dengan berat sekitar 100 kilogram berhasil dilepasliarkan Di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I,  Kota Sibolga Sumut Minggu (1/9). Sebelumya hewan langka itu terjaring  dua orang nelayan dan sempat ingin dijual seharga RP 600 ribu.



[adx]

Nurdin Simatupang, salah seorang nelayan yang menemukan penyu, mengaku tak sengaja menjaring penyu raksasa itu saat mencari ikan di Pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, pada Minggu (1/9) tepat pukul 06.00 pagi.  Karena tidak mengetahui bahwa penyu ini hewan yang dilindungi, Nurdin bersama rekanya Mahmud Siregar lantas membawanya pulang  dan sempat ingin menjualnya.

Beruntung  informasi itu diketahui, salah seorang anggota, Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), yang kemudian berkordinasi dengan pihak keamanan, lalu  meminta Nurdin untuk tidak menjual penyu itu. 

"Begitu mendapatkan informasi, dari Tim Komantab bersama Polisi  dan kemudian TNI  Angkatan Laut melakukan penelusuran. Akhirnya ketemu kita bersama ke dua nelayan itu, dan penyunya saat itu sempat (berada) diatas bejak. Sudah sempat ditawar seseorang Rp 600 Ribu,'' ujar Co Koordinator Komantab Damai Mendrofa, Minggu (1/9/2019).
 
Setelah diberi penjelasan, kata Damai, dua nelayan yang sebelumnya tidak paham, jadi sadar dan memilih melepaskan hewan langkah tersebut, tepat  pukul 14.30 di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I.   Pelepasan didampingi Babhinkamtibmas Kota Beringin Hadi Sitanggang dan Danposmat Gunung Kecamatan Tapian Nauli, Lambok Marbun.




[adx]

"Penyu diturunkan dari karung dengan diangkat 6 orang. Karung dan tali yang mengikat penyu diputus dan digiring menuju Laut. Dengan cepat, Penyu itu berenang dan kembali ke habitatnya,'' ujar Damai. 

Dengan  peristiwa ini, Damai berharap pemerintah segera turun melakukan langkah preventif agar kejadiaan serupa tidak terulang. Menurutnya wilayah pesisir kabupaten bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, namun  juga tanggung jawab Dinas Kelautan dan Perikanan  (DPK) Sumut  serta  Balai Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.

" Apalagi ini sudah masuk bulan bertelur hingga sampai ke  awal tahun baru nanti, kita akan lebih  sering menemukan pantai di Tapteng ini, penyu naik ke darat. Kalau masyrakat  taunya nangkap dan dijual, ya habislah  penyu ini semua," tukas Damai. (mtc/fae)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru