Minggu, 13 September 2026 WIB

Pemanen Sawit di Simalungun Tergorok Egrek Saat Hendak Kerja

- Kamis, 04 Juli 2019 13:16 WIB
Pemanen Sawit di Simalungun Tergorok Egrek Saat Hendak Kerja
Mtc/ist
Tragis benar nasib pemanen kelapa sawit, di Simalungun ini. Warga bernama Heri Wirianto (25) ini tewas tergorok alat panen sawit yang dibawanya sambil mengendarai sepeda motor.
MATATELINGA, Simalungun:  Tragis benar nasib pemanen kelapa sawit, di Simalungun ini. Warga bernama Heri Wirianto (25) ini tewas tergorok alat panen sawit yang dibawanya sambil mengendarai sepeda motor.


[adx]

Peristiwa ini nahas ini terjadi pada Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 7.30 Wib di Titi Beton, Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduan, Kabupaten Simalungun. Peristiwa ini langsung diketahui warga yang kebetulan melintas dan melaporkanya ke Polsek Tanah Jawa

Kejadian ini berawal saat mengendarai sepeda motor sambil menenteng egrek dengan besi berkuran sekitar 4 meter. Diduga tangkai egrek tersangkut pohon sawit.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol H Panggabean mengatakan korban saat itu berkendera sendirian. Ditengah perjalanan, pria lajang berusia sekitar 25 tahun tersebut diduga kurang waspada terhadap egrek yang diletakkan diatas pundaknya sambil melaju roda dua miliknya.


"Kemungkinan dia (korban) oleng karena egrek tersangkut atau sepeda motornya tersandung, kemudian jatuh sambil tertancap egrek ke leher" katanya usai mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi.

Kapolsek juga mengatakan hal ini membuat leher korban tergorok. Seketika korban mengeluarkan darah dan tidak lama meninggal di lokasi kejadian. Usai kejadian, jenazah korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya dan sudah dikebumikan.

[adx]

"Dia mau memanen sawit dan pohon sawitnya ada dipinggir jalan. Karena jalan di pohon sawit ini agak bagus, dia mengendarai sepeda motor, ngambil ke kanan. Entah oleng mungkin ekreknya, panjangnya sekitar 6 meter, mungkin lengket di pohon sawit itu. Yauda jadi tergereklah lehernya" tukasnya. (mtc/fae)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru