Matatelinga - Binjai, Berbagai macam modus yang digunakan pengedar ataupun bandar narkoba untuk melancarkan aksinya. Seperti yang dilakoni Ina (40) pemilik sekaligus pengurus Paud TK Al-Hidayah Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara.
Kediaman yang diketahui warga sebagai tempat belajar mengajar. Ternyata juga dijadikan tempat peredaran sabu-sabu dan tempat mengkonsumsi barang tersebut.
Namun akal bulusnya terbongkar dan pihak kepolisian berhasil mengamankan wanita yang disebut-sebut istri oknum polisi berpangkat Bripka berinisial S anggota Polres Langkat. Dari kediamanya juga turut diamankan sedikitnya 5 jie sabu-sabu yang dibuang ke tong sampah dapur, Senin (24/03/2014) sekitar pukul 18.30 WIB.
Pengerebekan yang dilakukan pihak kepolisian inipun mengundang perhatian warga sekitar. Sedikitnya puluhan warga disana langsung menyerbu dan memadati lokasi tersebut.
Bahkan sebagian warga disana tidak merasa heran dan merasa legah dengan penagkapan Ina. Karena selama ini sebagian warga sudah mengetahui kegiatan pelaku dan sangat resah. Bahkan meski sudah berulangkali dilaporkan oleh warga pihak kepolisian belum melakukan pengamanan terhadap tersangka.
"Memang udah lama ini bang. Cuma, selama ini kami beritahuna ke aparat. Gak juga diamankan dan kegiatanya sangat meresahkan warga," gumam beberapa warga disana.
Penagkapan sendiri berawal ketika diamankanya Roni dan Uci (istri Roni-red) serta saat tengah mengelar pesta sabu-sabu dikediamanya warga Jalan Anggerek, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara. Berdasarkan keterangan dari ketiga tersangka awallah polisi melakukan pengembangan menuju ke rumah Ina. Karena selama ini mereka mengakui mendapatlan barang dari Ina.
Seakan tidak mau berlama-lama lagi. Petugas langsung melancarkan aksinya menuju rumah wanita berperawakan gemuk dan berambut gonjes ini. Awalnya, tersangka berdalih saat digerebek. Namun, polisi menyisir dan mencari barang bukti. Ternyata benar saja barang bukti ditemukan di tong sampah milik tersangka yang berusaha dibuang. Disaat pengerebekan itulah salah satu bencong diketahui bernama Winda, yang diduga sebagai kurir berhasil melarikan diri dengan cara melompat pagar.
Polisi berusaha mengejar namun tidak bisa tertangkap. Setelah menemukan sabu-sabu, polisi kembali melakukan penyisiran ke sudut-sudut rumah hingga ke kandang ayam. Namun tidak ditemukan lagi barang bukti.
Akhirnya, dengan pengawalan ketat. Polisi menggiring pelaku ke kantor polisi guna dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara, pengerebekan ini menjadi tontonan warga sekitar.
Kapolsek Binjai Utara Kompol Nodi Torong melalui Kanit Reskrim Iptu Arnawati mengatakan, sejauh ini pihaknya akan melakukan penyidikan dan penyelidikan keterlibatan orang lain. "Sudah beberapa bulan ini memang kita melakukan pemantauan terhadap tersangka. Hingga akhirnya kita amankan tiga orang tersangka awal. Barulah kita kembangkan dan mengarah ke Ina, selaku bandarnya," tegas Arnawati.
(Hendra/Mt-01)