Senin, 28 September 2026 WIB

Gedung VIP Berlantai III Mengundang Penyidik KPK Datang Ke Asahan

- Sabtu, 17 November 2018 13:43 WIB
Gedung VIP Berlantai III Mengundang Penyidik KPK Datang Ke Asahan
Matatelinga
Gedung VIP berlantai III yang ditengarai mengundang tim penyidik KPK datang ke Asahan
MATATELINGA, Asahan:    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditengarai tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua mantan direktur RSUD HAM Kisaran dan seorang staf RSUD HAM Kisaran, terkait penyalah gunaan kewenangan dan pembangunan infrastruktur yang ada di RSUD HAMS Kisaran, Sabtu (17/11/2018).



Informasi yang dapat dihimpun Matatelinga.com di RSUD HAMS Kisaran, Sabtu (17/11/2018) beberapa staf yang berada di Rumah Sakit tersebut saat dikonfirmasi mengatakan hanya mendengar ada beberapa mantan direktur RSUD.HAMS Kisaran dan staf RSUD HAMS yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ujarnya.

Staf RSUD HAMS Kisaran yang enggan disebut jati dirinya dengan alasan "Takut" mendapat teguran dari pimpinan juga mengatakan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK terhadap dua mantan direktur RSUD HAMS kisaran ini diantaranya "dr.H dan dr.NA" serta seorang staf RSUD HAMS berinisial "YS"dimungkinkan berkaitan dengan pembangunan gedung VIP berlantai III yang menelan anggaran Rp.26 milyar lebih dan dana anggaran tersebut bersumber dari dana BDB Pemerintah Propinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2013.



Dalam pembangunan gedung berlantai III yang digunakan sebagai sarana rawat inap VIP , dalam rancangan anggaran pembangungan gedung tersebut, direktur RSUD HAMS ini semasa dijabat oleh "dr.H", namun dalam pelaksanaannya waktu itu terjadi peralihan pimpinan dari "dr.H" kepada "dr.NA", dan pelaksana pekerjaan ditangani oleh PT.Waskita Karya sejak Juli hingga 20 Desember 2013.

Namun sejak selesainya pembangunan gedung VIP berlantai III tersebut, banyak terjadi kritikan dari berbagai elemen masyarakat, hal tersebut dikarenakan kontruksi bangunan gedung VIP berlantai III tersebut banyak mengalami keretakan pada dinding daari mulai lantai dasar hingga pada lantai III, dan lebih ironis lagi beberapa bagian pada plafon bangunan tersebut terlihat rembesan air hujan, dimungkinkan kedatangan tim penyidik KPK selain melakukan pemriksaan terhadap beberapa pejabat dilingkup RSUD HAMS ini juga mungkin akan melakukan check fisik pada konstruksi bangunan tersebut.



Selain itu beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Asahan diantaranya pimpinan Bappeda Asahan juga pernah diperiksa terkait hal tersebut di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia juga mengatakan dan berharap agar kasus ini dapat diungkap oleh tim penyidik KPK secara terang benderang, siapapun pejabat di Pemerintahan ini yang telah melakukan penyalah gunaan kewenangan , sudah selayaknya mendapat ganjaran hukuman, pungkasnya (ben)

(Mtc/ben)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru