MATATELINGA, Medan: Jasad Maulidia Batu bara (21) mahasiswi UMN Medan yang hanyut di aliran sungai Asahan Rabu (8/8/2018) dari tempat wisata alama Bedeng dusun III desa Marjanji Aceh Kecamatan Aek Songsongan , ditemukan oleh warga masyarakat yang sedang memancing di bawah jembatan status quo desa Pulau Raja Pekan kecamatan Pulau Rakyat, Kamis (10/8/2018) sekira pukul 00.20 Wib.
Dua mayat sudah dari empat korban hanyut di aliran sungai Asahan yang telah ditemukan dan dievakuasi , dua jasad korban hanyut yang ditemukan diantaranya Korban Maya Fadila Daulay ditemukan oleh tim relawan masyarakat desa Aek Songsongan pencari korban hanyut di aliran sungai Asahan tepatnya disekitar lubuk tuangan pada Kamis (9/8/2018) sekira pukul 22.30 Wib, dan jesad Maulidia Batu bara ditemukan oleh seorang pemancing di bawah jembatan status quo tepatnya di desa Pulau Rakyat Pekan kecamatan Pulau Rakyat Asahan, dengan posisi tengkurap pada Jum'at (10/8/2018) sekira pukul 00.20 Wib.
Keterangan Masdi (29) warga desa Pulau Rakyat Pekan yang bertempat tinggal tidak jauh dari penemuan jasad korban tersebut kepada Matatelinga.com mengatakan, warga masyarakat di desa ini tiba tiba geger setelah seorang pemancing yang kerab memancing di pinggiran sungai Asahan itu berteriak meminta tolong , warga masyarakat yang mendengar teriakan tersebut berhamburan keluar rumah dan mendapati orang itu mengatakan ada jasad seorang perempuan yang tersangkut di bawah jembatan sungai Asahan, ujarnya.
Selanjutnya masyarakat melaporkan temuan mayat terapung di pinggiran sungai Asahan tersebut kepada pihak Polsek Pulau Raja, dan setelah pastikan bahwa mayat yang ditemukan oleh pemancing tersebut merupakan jasad mahasiswi UMN Medan yang hanyut pada Rabu (8/8/2018) , dan jasad tersebut di pastikan jasad Maulidia Batu Bara (21) mahasiswi UMN Medan warga Tembung Deli Serdang, ungkapnya.
Sementara Kapolsek bandar Pulau AKP.V.Simanjutak yang ditemuai saat di Puskesmas Pulau Rakyat Tua Kecamatan Pulau Rakyat mengatakan sudah sangat jauh sekali jasad Maulidia Batu Bara ini terbawa arus sungai Asahan, biasanya korban hanyut di sungai Asahan tidak seperti ini bila terbawa arus sungai, ini sangat luar biasa cepatnya terbawa arus sungai, namun demikian kami berterima asih kepada warga masyarakat yang telah dapat membantu kami dalam pencarian empat korban hanyut ini, saat ini telah ditemukan dua jenasah, sehingga dua jenasah lagi harus kami lakukan pencarian bersama warga masyarakat , BPDB Asahan maupun tim Basarnas.
Jasad maulidia batu bara telah dievakuasi ke Puskemas Portu untuk di lakukan VER, dan pihak keluarga korban selanjut meminta jasad korban langsung dibawa pulang ke Medan untuk diseyamkan, pungkasnya.
(Mtc/ben)