Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB

Martualesi Buru Pabetor Yang Aniaya Pelajar SMP dengan Sajam

- Rabu, 01 Agustus 2018 16:16 WIB
Martualesi Buru Pabetor Yang Aniaya Pelajar SMP dengan Sajam
Matatelinga
MATATELINGA,Kutalimbaru:  Pelaku penganiyaaan terhadap pelajar SMP berinisial KS, 13,  oleh pelaku,  langsung Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH memimpin melakukan pengejaran. Hal tersebut dikatakan AKP Martualesi Sitepu ketika menjenguk korban di Rumah Sakit H Adamalik Medan, Rabu, (1/8/2018).



"Hingga saat ini kita terus melakukan perburuan terhadap pelaku penganiayaan terhadap KS alias Bunga siswi kelas 1 SMP, warga Dusun IV Desa Sugau Kecamatan Pancurbatu," ujar AKP Martualesi Sitepu menjawab konfirmasi.

Tambah Martualesi, dalam pengejaran terhadap pelaku yang sudah diketahui penarik betor warga Desa Bintang Meriah Dusun III, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Pancurbatu.



"Bergabung dengan unit Reskrim Polsek Pancurbatu dipimpin Kanit, IPTU Suhaily Amri mengejar pelaku ke dusun III Timbang Lawan Tengah, Desa Bintang Meriah dan Desa Rambung Baru serta Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit," jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota ini.

Selain itu, Orang nomor satu di Mapolsek Kutalimbaru ini menegaskan agar pelaku menyerahkan diri dalam tempo 1x24 jam.

"Kepada pelaku diimbau untuk menyerahkan diri dalam tempo 1x24 jam. Apabila tidak ada niat baik, akan diberikan tindakan tegas dan terukur," tegas Martualesi.

Untuk itu, kata Martualesi, pihaknya juga mengimbau kepada istri pelaku untuk mencari keberadaan suaminya.

"Bagi warga dan siapa saja yang mengetahui keberadaan pelaku bisa langsung menghubungi saya di nomor telepon 08126345618," sebutnya.

Sebut Mantan Waka Polsek Medan Barat ini lagi,  pelaku nekat menggorok leher korban karena pelajar SMP itu diduga akan merudapaksa korban.

"Dugaan sementara, motif pelaku ialah hendak menggagahi korban. Namun, kuat dugaan korban menolak sehingga pelaku menjadi beringas,". Peristiwa naas yang dialami korban berawal ketika korban berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke Warnet pada hari Selasa 31 Juli 2018 sekitar pukul 16.00 Wib.

"Namun akhirnya korban ditemukan dalam kondisi luka menganga pada bagian leher oleh seorang warga bernama Tia di Jalan Suka Dame tepatnya antara Desa Suka Dame dan Namo Rindang  Kecamatan Kutalimbaru sekitar pukul 21.00 Wib," dikahir penjelasannya.

(Mtc)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru