Matatelinga - Binjai, Tiga oknum polisi yang diduga bertugas di jajaran Polres Binjai
melakukan pemukulan terhadap seorang remaja, Yogi (19) warga Kelurahan
Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, yang merupakan adik seorang wartawan
yang bertugas di Metro Tv, Hendra Mulya.
Peristiwa ini berawal,
Minggu dini hari sekitar pukul 1:00 Wib, saat itu porsonil Polsek Binjai
Kota melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku perampokan di
kawasan Rambung, Kecamatan Binjai Selatan.
Saat penangkapan, Yogi
(korban pemukulan-red) bersama ke dua temannya, Akbar dan Yusuf berada
dilokasi kejadian. Kemudian, porsonil Polsek Binjai Kota yang melakukan
penangkapan mengajak Yogi Cs untuk menjadi saksi dalam penangkapan
tersebut.
Karena ingin berniat baik, Yogi Cs menuruti permintaan porsonil Polsek Binjai Kota untuk menjadi saksi dan ikut ke Polsek.
Saat
menunggu di Polsek Binjai Kota, tiba-tiba datang 6 orang berpakaian
pereman yang di duga oknum polisi yang bertugas di Polres Binjai
mengendarai mobil Honda Jazz, Nomor Polisi BK 4 ME.
Saat itu
Yogi Cs sedang bercanda dan tertawa, salah seorang porsonil yang tak
senang dengan tertawaan Yogi Cs kemudian memaki dan memukuli korban di
Polsek Binjai Kota, dua kawan pelaku yang melihat ikut serta
menghujamkan pukulan ke wajah, perut dan pundak korban.
"Mereka
datang 6 orang bang, mengendarai mobil Honda Jazz BK 4 ME. Tapi 3 orang
yang mukuli aku bang, kata orang Polsek Binjai Kota, mereka (pelaku-red)
polisi yang bertugas di Polres" jelas Yogi.
Menurut korban,
ciri-ciri ke tiga pelaku, tinggi, gigi agak tonggos kulit agak putih
rambut agak panjang dan hidung mancung. Sementara yang dua pelaku
berciri-ciri putih badan kurus, agak pendek dan satunya lagi gemuk,
pendek, hitam, rambut agak cepak.
"Aku masih ingat betul
ciri-ciri yang mukuli aku bang, kok niat aku membantu jadi saksi
penangkapan perampokan, kok aku pula yang di pukuli," terang Yogi.
Selasa
malam, (04/02/14), korban bersama keluarganya kembali mendatangi Polsek
Binjai Kota untuk menanyai kembali peristiwa yang menimpa korban, namun
pihak Polsek Binjai Kota sepertinya menutupi identitas pelaku pemukulan
tersebut.
"Saat ditanyai identitas pelaku, mereka hanya bilang
kalau pelaku bertugas di Polres Binjai, tapi mereka beralasan tidak tau
siapa identitas pelaku," ungkap Yogi.
Menurut Hendra, abang
korban, mustahil kalau porsonil Polsek Binjai Kota yang piket pada saat
malam peristiwa itu tidak mengetahui identitas ke tiga porsonil Polres
Binjai yang melakukan pemukulan tersebut.
"Tidak mungkin mereka
tidak tahu identitas pelaku. Aku tau, mereka sengaja menutupinya karena
sesama polisi, memang ga mungkin jeruk makan jeruk, tapi tidak
seharusnya polisi yang mengayomi masyarakat bertindak arogan," pungkas
Hendra.
Bila pelaku memiliki itikat baik, lanjut Hendra,
seharusnya dia menjumpai korban untuk meminta maaf atas perbuatannya
kepada korban. Jika tidak, kami akan melaporkan pelaku dengan pasal 351
sub 352 tentang penganiayaan ringan dan perbuatan tidak menyenangkan.
Hingga
kini, kasus tersebut masih terus diperpanjang pihak keluarga korban.
Korban ingin pelaku segera meminta maaf atas tindakan arogansi yang
dilakukan 3 oknum yang di duga polisi bertugas di Polres Binjai.