MATATELINGA, Medan: Aksi kawanan begal di Medan kembali merenggut nyawa. Seorang petani bernama Suyono (47) warga Jalan Diponegoro Desa Paluh Manis Kec. Gebang Kab. Langkat tewas setelah terjatuh dari sepeda motor dan terbentur tembok usai dijambret oleh kawanan begal di Jalan Binjai Km. 11,7 desa Mulyorejo Kec. Medan Sunggal Kab. Deli Serdang persisnya depan Gang Jalan Sukabumi Baru pada Sabtu, 2 September 2017 sekira pukul 21.50 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Suyono mengalami luka parah pada bagian kepala. Dia meninggal tak lama setelah dibawa ke Rumah Sakit Sundari. Sedangkan sang istri yang saat itu berboncengan dengan korban mengalami luka ringan. Mereka dibawa kerumah sakit oleh warga sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri membenarkan peristiwa jambret yang mengakibat korban tewas. Menurutnya pada saat mendengar informasi itu, dia langsung memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki kasus ini.
"Berdasarkan keterangan Maimunah, istri korban. Sekitar pukul 21.50 WIB korban melintas di TKP namun tiba-tiba dari arah belakang datang 2 orang pria dengan mengendarai sepeda motor dan berboncengan. Kemudian dari sebelah kiri, pria yang berada diboncengan itu menarik tas yang disandang Maimunah sehingga mengakibatkan sepeda motor korban langsung terjatuh sehingga mengakibatkan korban mengalami luka pada kepala diduga terbentur tembok," ujar Kapolsek Daniel Marunduri, Selasa (5/9/2017).
Lanjut Daniel, usai mendengar cerita kronologis dari saksi Maimunah, selanjutnya personil Polsek Sunggal melakukan cek lokasi dengan membawa Saksi. Namun warga disana mengaku tidak ada yang melihat saat kawanan jambret itu beraksi.
"Dari hasil cek tkp belum ditemukan saksi yang melihat langsung pada saat pelaku menarik korban.Saksi yang ada di tkp adalah saksi yang melihat setelah kejadian," terang Daniel.
Namun menurut Daniel, polisi hingga kini masih terus menyelidiki aksi sadis kawanan begal ini. Dia mengaku sejauh ini sudah mengetahui identitas para pelaku.
"Yah, hasil penyelidikan yang kita lakukan, kita sudah mengetahui identitas para pelaku. Kita masih kejar," pungkas Daniel. (mtc/amr)