Matatelinga.com, Selama
kurun tahun 2015, Pengadilan Agama (PA) Medan Klas I-A menangani sebanyak 3.000
perkara. Dari jumlah tersebut, ternyata 75 – 80 persen
perkara yang ditangani menyangkut masalah sengketa rumah tangga atau
perceraian. Umumnya yang tersangkut perkara perceraian itu adalah pasangan
suami istri yang usianya masih muda.
Demikian
diungkapkan Ketua PA Medan, H.M Naska ketika bersilaturahmi dengan Wali Kota
Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi di Balai Kota Medan, Senin (25/4). Tentunya
tingginya tingkat perceraian di kalangan pasangan muda harus segera disikapi,
sebab sangat berdampak dengan perkembangan sang anak.
“Bayangkan
saja selama kurun tahun 2015, ada sekitar 3.000 perkara yang kita tangani dan
75-80 persen diantaranya merupakan kasus sengketa rumah tangga atau perceraian.
Artinya, selama setahun itu ada 2.500 kasus perceraian yang terjadi,” kata
Naska didampingi Wakil Ketua dan Hakim Panitera/Sekretaris PA Medan.
Untuk
menyikapi tingginya angka perceraian
tersebut, Naska mengatakan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan MUI Kota
Medan dan Kantor Kementrian Agama (Kemanag) Kota Medan untuk melakukan
penguatan-penguatan rumah tangga. Dengan penguatan ini diharapkan mampu
menimimalisir angka perceraian di Kota Medan.
“Seandainya
saja 1 rumah tangga yang mengalami perceraian minimal memiliki 2 orang anak,
berarti ada 5.000 anak yang menjadi korban dari perceraian terebut. Bagaimana
nasib anak-anak ini selanjutnya apabila ayah dan ibu mereka berpisah. Ada yang
ikut ayah, ada juga yang ikut ibu. Tentunya ini akan mengganggu perkembangan
mereka,” ungkap Naska.
Oleh
karenanya bilang Naska, meskipun pihaknya telah menjalin kerjasama dengan MUI
Kota Medan dan Kantor Kemenag Kota Medan, namun sangat membutuhkan dukungan
Pemko Medan untuk ikut melakukan pembinaan sehingga tingkat perceraian di
ibukota Provinsi Sumatera Utara ini bisa ditekan.
Wali
Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi didampingi Asisten Umum, Ikhwan Habibi, Kabag
Agama dan Pendidikan Kota Medan, Ilyas Halim menyatakan siap mendukung dan membantu melakukan pembinaan. “Pemko
Medan akan mencari solusiapa yang bisa dilakukan untuk mengatasi persoalan
tersebut,” ujar Wali Kota.
(Mtc)