Senin, 19 Oktober 2026 WIB

Dugaan Pelanggaran Fatal Penggunaan Gas "Melon" di SPPG Sibaruang Siabu Mencuat, Manajemen Sebut ‘Force Majeure’

Magrifatulloh - Jumat, 16 Oktober 2026 07:00 WIB
Dugaan Pelanggaran Fatal Penggunaan Gas "Melon" di SPPG Sibaruang Siabu Mencuat, Manajemen Sebut ‘Force Majeure’

Merespons tudingan tersebut, Kepala SPPG Sibaruang, Irwan Efendi Hsb bersama Ketua Yayasan Harapan Bersama Az Zahra Fatima Zahra dan PIC Yayasan Farida Hanum langsung menerbitkan rilis klarifikasi tertulis demi keberimbangan informasi disampaikan lewat pesan elektronik kepada media. Pihak manajemen membantah adanya pasokan massal ataupun penimbunan ilegal Gas 3 Kg serta menegaskan bahwa insiden tersebut murni keadaan darurat (force majeure).


Guna memberikan transparansi kepada publik, berikut adalah rincian tumpang-tindih argumen antara poin gugatan sejumlah pers/ aktivis yang dikondrontir dengan dokumen sanggahan resmi dari pihak SPPG Sibaruang

Baca Juga:
Temuan penggunaan masif gas subsidi LPG 3 kg oleh SPPG Sibaruang diduga telah berlangsung lama merupakan pelanggaran serius yang menyalahi Juknis Dapur MBG dan Perpres No. 104/2007. Hal ini diperparah adanya dugaan jalur distribusi ilegal dan pasokan besar non-retail. Pihak SPPG dalam surat klarifikasinya membantah membeli Gas 3 Kg dari supplier; tabung itu milik pribadi relawan dapur yang dibawa dari rumah karena operasional kehabisan gas utama (LPG 12 kg) pada Rabu pukul 04.00 WIB.


"Langkah ini diambil agar proses memasak nasi dalam jumlah besar tidak terlambat dan basi (Force Majeure)' dalih Kepala SPPG Irwan Efendi bersama PIC Yayasan Farida Hannum.


Pihak media dan aktivis juga mempertanyaakan standar K3, SOP dan higienitas dengan temuan penempatan tabung di area lembap bawah pipa filtrasi air dengan penyangga kayu darurat yang rawan korosi dan kecelakaan. Kondisi dapur juga dinilai kumuh dan tumpang tindih. Namun pihak SPPG menyanggah bahwa tabung 3 kg yang terekam kamera diletakkan dekat bak air oleh relawan dalam kondisi kosong agar tidak lupa dibawa pulang sehabis mencuci tangan. Managemen SPPG Sibaruang juga mengklaim bahwa dapur utama sudah berkeramik, memiliki sistem ducting udara, steril, dan penataan pipa tumpang tindih tersebut merupakan jalur penyaringan ganda filter air.


Hal lain yang disorot oleh aliansi pers/aktivis ini adalah dugaan manipulasi anggaran operasional. "Dana untuk LPG Komersial (Non-Subsidi/Bright Gas) diduga dialihkan atau dikorup untuk kepentingan pribadi karena menggunakan bahan bakar murah gas 3 Kg. Pihak SPPG menolak keras adanya penyelewengan dana. Manajemen menegaskan pagu anggaran terserap penuh sesuai peruntukan resmi untuk pembelian berkala tabung LPG komersial 12 kg. Biarpun temuan media, membuktikan penggunaan Gas LPG 3 Kg.

Baca Juga:

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Diduga Gunakan Gas LPG 3 Kg, Elemen Masyarakat Kecam SPPG Sibaruang Siabu. Pihak Managemen: Darurat
Kesal Dituduh Mencuri, Adik Ancam Abang Ipar Pakai Egrek
Ketua GPM Sumatera Utara Kecam Pengembalian Omprengan Berisi Menu MBG di Perguruan Methodist 1 Rantauprapat
Heboh di Grup WA Walimurid Perguruan Methodist 1 Rantauprapat, Sekolah Kembalikan Omprengan Menu MBG ke SPPG
BGN Suspend SPPG Tapaktuan Padang Usai Temuan Cacing di Menu MBG
Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tingkatkan Kualitas MBG, TPID Sumut Dorong Tata Kelola Dapur Gizi Lebih Baik
 
Komentar
 
Berita Terbaru