Rabu, 30 September 2026 WIB

MPI KNPI Tanjungbalai desak Wali Kota Mahyaruddin Salim evaluasi kinerja Kadisporapar

Redaksi - Rabu, 30 September 2026 17:30 WIB
MPI KNPI Tanjungbalai desak Wali Kota Mahyaruddin Salim evaluasi kinerja Kadisporapar
pengurus MPI DPD KNPI Kota Tanjungbalai, Yan Aswika, S.H.

MATATELINGA,Tanjungbalai : Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Kota Tanjungbalai mendesak Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, untuk mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) setempat, Dewi Yanti.




Desakan tersebut disampaikan oleh pengurus MPI DPD KNPI Kota Tanjungbalai, Yan Aswika, S.H., yang menilai bahwa Dewi Yanti tidak memiliki kemampuan memimpin dinas yang salah satu nomenklaturnya menangani urusan kepemudaan.

Baca Juga:



"Peraturan Wali Kota Tanjungbalai Nomor 45 Tahun 2016 mengatur bahwa salah satu nomenklatur Disporapar menangani urusan pemuda. Namun, sebagai Kepala Dinas, Dewi Yanti dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga kinerjanya perlu dievaluasi," kata Yan kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).



Yan melanjutkan, sejak dilantik oleh Wali Kota Mahyaruddin Salim pada 4 Desember 2025 lalu, Dewi Yanti dianggap tidak menunjukkan kepedulian terhadap dinamika pemuda maupun berbagai kegiatan yang dilaksanakan kalangan pemuda serta penggiat olahraga."Saya menilai dia tidak punya leadership. Bahkan, berdasarkan informasi dari sejumlah pegawai di lingkungan tempatnya bertugas, Dewi terkesan tidak mampu mengambil kebijakan dan selalu offside," ujar Yan.

Baca Juga:


Ia menambahkan, indikasi lain buruknya kinerja Kadisporapar terlihat saat Lembaga Advokasi dan Studi untuk Kedaulatan Rakyat (LASKAR) bersama KNPI Kota Tanjungbalai menggelar kegiatan Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI pada 13 Agustus 2026.


Kegiatan tersebut mengusung tema "Bergerak Bersama Dalam Keberagaman Serta Memperkuat Persatuan Pemuda dan Kearifan Lokal Sebagai Kekuatan Utama Menuju Tanjungbalai Emas". Namun, sangat disesalkan Kadisporapar terkesan sengaja tidak hadir.

Baca Juga:



Absennya Dewi sebagai narasumber dalam acara tersebut dinilai menunjukkan ketidakmampuannya sebagai figur kepala dinas dalam menetralisasi dinamika pemuda sesuai harapan Wali Kota. Atas berbagai alasan tersebut, Yan menilai pengangkatan Dewi Yanti sebagai Kadisporapar merupakan sebuah "kecelakaan" yang dapat memicu ketidakharmonisan antara pemuda dan pemerintah daerah.



"Karena pengangkatannya saya anggap sebagai 'kecelakaan' yang dapat menghambat terwujudnya visi Tanjungbalai EMAS, maka saya mendesak Wali Kota Tanjungbalai, Bapak Mahyaruddin Salim, untuk segera mengevaluasi kinerja Kadisporapar Dewi Yanti," tegas Yan Aswika. (Riki)

Baca Juga:

 
Berita Terbaru