Kedatangan petugas sempat terpantau oleh para pelaku. Sebab, sejumlah kamera CCTV terpasang di berbagai titik di sepanjang akses masuk menuju lokasi hingga di sekeliling
sarang narkoba tersebut.
Saat melakukan penggerebekan, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk mencegah para pelaku melarikan diri.
Seorang pria yang diduga sebagai pengedar sempat berusaha kabur. Namun, petugas akhirnya berhasil meringkusnya.
Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya narkoba, puluhan alat isap, timbangan elektrik, hingga dua mesin judi dingdong.
Baca Juga:
Kasatres
narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan
sarang narkoba tersebut tidak hanya dilengkapi CCTV. Para pelaku juga menggunakan HT untuk memantau kedatangan petugas.
"Alat komunikasi atau HT sebagai pengawal atau penjaga tempat ini, sebagai steril atau tidak bisa tersentuh kepolisian. Dilengkapi juga dengan CCTV berada di empat titik yaitu di pintu depan utama sampai CCTV atas pohon," kata Rafli.
Menurutnya, keberadaan CCTV dan HT menunjukkan lokasi tersebut dikontrol dan dijaga secara ketat oleh pihak yang diduga sebagai bandar narkoba.
HT tersebut digunakan oleh seseorang yang berjaga di sepanjang akses masuk. Orang tersebut bertugas menginformasikan kedatangan petugas kepada para pelaku yang berada di dalam barak
narkoba.
"Ini menunjukkan bahwasanya tempat ini begitu nyaman dan dikontrol seorang bandar," ujarnya.
Rafli menyebut sistem pengamanan tersebut membuat sejumlah pelaku dapat dengan mudah melarikan diri ketika petugas melakukan penggerebekan.
Baca Juga:
Untuk mencegah lokasi tersebut kembali digunakan sebagai
sarang peredaran
narkoba, polisi kemudian menghancurkan dan membakar barak yang digunakan para pelaku.Petugas juga memastikan akan melakukan pengawasan terhadap lokasi tersebut. Jika ditemukan kembali praktik serupa, penggerebekan akan kembali dilakukan.