Rabu, 23 September 2026 WIB

Wali Kota Wesly Bersama Tokoh Agama Sambut Tim Peneliti SETARA di Rumdis

Redaksi - Jumat, 10 Juli 2026 13:38 WIB
Wali Kota Wesly Bersama Tokoh Agama Sambut Tim Peneliti SETARA di Rumdis
Sambut Tim Peneliti SETARA di Rumdis.

MATATELINGA,Pematangsiantar : Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA Institute, di rumah dinas Wali Kota Pematangsiantar, Jalan MH Sitorus Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, Kamis (09/07/2026) siang.
SETARA Institute adalah lembaga riset dan advokasi kebijakan yang bertujuan mewujudkan masyarakat setara, plural, dan bermartabat dalam tata sosial politik demokratis.
Wali Kota Wesly mengatakan, Pemko Pematangsiantar memandang Indeks Kota Toleran (IKT) bukan semata-mata sebuah penilaian atau pemeringkatan dan menjadi instrument evaluasi yang penting untuk mengukur sejauh mana kebijakan, tata Kelola pemerintahan, serta kehidupan sosial masyarakat mampu menciptakan ruang yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.

"Kami berharap hasil penelitian dapat memberikan masukan, rekomendasi, dan perspektif yang konstruktif bagi Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam memperkuat kebijakan, program, dan strategi pembangunan yang berorientasi pada penguatan toleransi, kerukunan, dan perlindungan hak-hak seluruh masyarakat," kata Wesly.
Masih kata Wesly, dalam penilaian IKT Tahun 2025, Kota Pematangsiantar berada pada peringkat empat secara nasional. Sebelumnya tahun 2024 berada di peringkat lima.
Wesly menamabahkan, rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang penyelanggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat telah diajukan pemerintah daerah ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Pematangsiantar.
'Kami berharap tahun ini peraturan daerah dapat di-undangkan. Kemudian kita juga mendorong OPD teknis untuk membuat kegiatan yang mendorong kemajuan toleransi," terang Wesly.
Menurut Wesly, pencapaian tersebut bukan hanya kerja pemerintah daerah. Namun hasil kolaborasi semua pihak di daerah, baik itu elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, Forum Kerukunan Umat Beragama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini terus menjaga harmoni sosial dan menjadi teladan dalam merawat keberagaman di Kota Pematangsiantar.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar Drs HM Ali Lubis menerangkan, FKUB di Pematangsiantar sangat berwarna dan lengkap. "Setelah menjadi Ketua FKUB, maka saya pernah satu kamar hotel dengan pendeta," katanya.
Menurut Ali, di Kota Pematangsiantar tidak ada konflik agama. "Apalagi, kegiatan FKUB tidak pernah ditolak oleh wali kota. Termasuk berkunjung ke rumah-rumah ibadah," sebut Ali, yang sudah empat periode menjabat Ketua FKUB Kota Pematangsiantar.
Tim Peneliti SETARA Institute, Sayyidatul Insiyah bersama Okki Kawasa, pihaknya datang ke Kota Pematangsiantar dan secara khusus ingin beraudiensi dengan Wali Kota Wesly Silalahi. "Ingin ingin melihat dampak research kami sejauh mana di Kota Pemaangsiantar, termasuk dalam pembangunan ekonomi," terangnya.
Sayyidatul berharap bisa diskusi lebih mendalam tentang dampak IKT. "Terima kasih kepada Bapak Wali Kota yang sudah menerima kami," sebutnya.(sip)

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Hadiri PRSU ke 50, Wesly ; Keberagaman Modal Kuat Bangun Daerah Maju
Kunker ke Kecamatan Siantar, Bupati Alokasikan Rp15 Miliar Rekonstruksi Jalan Perumnas Batu VI–Karang Sari
Wali Kota Wesly Silalahi Apresiasi Pesparawi Sekolah Minggu Tahun 2026
Ikuti Jambore di Sibolangit, Wesly Melalui Sekda Junaedi Lepas Peserta Kontingen Kwarcab Pematangsiantar
Karnaval Budaya Nusantara, Wesly Pimpin Pesona Budaya Simalungun
Rakernas APEKSI XVIII, Wesly; Dapat Melahirkan Kebijakan Sesuai Tantangan Situasi Terkini
 
Komentar
 
Berita Terbaru