Rabu, 22 Juli 2026 WIB

Masyarakat Tagih Komitmen Wapres Gibran, Jalan Gomo–Boronadu Jadi Prioritas Harapan

Redaksi - Senin, 01 Juni 2026 09:48 WIB
Masyarakat Tagih Komitmen Wapres Gibran, Jalan Gomo–Boronadu Jadi Prioritas Harapan
Kunjungan Wapres ke Nisel.
Dari sejumlah aspirasi yang mencuat, pembangunan akses jalan Gomo–Boronadu menjadi salah satu poin yang paling dinantikan masyarakat.Infrastruktur jalan tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedalaman Nias Selatan.
Selain pembangunan jalan, terdapat sejumlah poin lain yang turut menjadi perhatian publik, di antaranya penambahan gedung SMK Negeri 1 Boronadu, pembangunan jembatan di beberapa titik di Kepulauan Nias, pemberian beasiswa penuh kepada siswa yang menyampaikan aspirasi melalui media sosial, pengurangan pemadaman listrik, penambahan BTS sinyal, peningkatan kualitas guru, serta kejelasan status ASN PPPK penuh waktu dan paruh waktu.Namun di balik tingginya harapan masyarakat, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana seluruh program tersebut telah masuk dalam perencanaan resmi pemerintah.
Warga berharap berbagai komitmen yang disampaikan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang memiliki kepastian anggaran dan jadwal pelaksanaan.
Persoalan infrastruktur di Kepulauan Nias selama ini memang menjadi tantangan serius.
Kondisi jalan yang belum memadai di sejumlah wilayah kerap menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik.Karena itu, pembangunan jalur Gomo–Boronadu dipandang sebagai kebutuhan mendesak yang dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
"Jalan ini bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga akses menuju kemajuan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat," ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Di sektor pendidikan, rencana penambahan gedung sekolah dan peningkatan kualitas tenaga pendidik mendapat apresiasi positif. Namun sejumlah pemerhati pendidikan menilai bahwa pembangunan fisik harus diimbangi dengan peningkatan mutu pengajaran agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh peserta didik.
Sementara itu, persoalan listrik dan jaringan telekomunikasi masih menjadi keluhan utama masyarakat di berbagai wilayah Kepulauan Nias. Pemadaman listrik yang berulang serta keterbatasan akses internet dinilai menghambat proses belajar mengajar, aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik di era digital saat ini.
Nasib ASN PPPK penuh waktu dan paruh waktu juga menjadi perhatian tersendiri.Banyak tenaga honorer dan PPPK berharap adanya kepastian status yang dapat memberikan jaminan masa depan dan kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga mereka.
Kunjungan pejabat negara ke daerah sering kali membawa optimisme baru bagi masyarakat. Namun publik juga menyadari bahwa keberhasilan sebuah kunjungan tidak diukur dari banyaknya janji yang disampaikan, melainkan dari sejauh mana komitmen tersebut direalisasikan menjadi program nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kini, masyarakat Nias Selatan, khususnya warga Kecamatan Gomo dan Boronadu, menunggu tindak lanjut konkret atas janji pembangunan jalan Gomo–Boronadu yang disampaikan saat kunjungan Wakil Presiden.Harapan itu masih hidup, dan waktu akan menjadi bukti sejauh mana komitmen tersebut diwujudkan untuk kemajuan Kepulauan Nias.(YARNIMAN SADAWA)

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
PSI Nias Selatan Hadir di Tengah Warga, Salurkan Kurban pada Idul Adha 1447 H
Forwakum Kepulauan Nias Terbentuk dan Siap Dilantik, Ini Susunan Pengurusnya!
Hakim PN Medan Tolak Prapid Kadis Kesehatan Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan RSU Kelas D Pratama Nias TA 2022
Dugaan Korupsi Pembangunan RSU Nias, Kejari Gunungsitoli Tahan LBL Selaku KPA TA 2022-2023
Dukung Karya Bakti Skala Besar TNI AD, Bobby Nasution Harapkan Percepatan Infrastruktur di Kepulauan Nias
Legalitas Dipertanyakan, Aktivitas Terus Berjalan: Galian C Gomo Jadi Ujian Penegakan Hukum
 
Komentar
 
Berita Terbaru