MATATELINGA, Medan :Ketua BMI (Bintang Muda Indonesia) sayap Partai Demokrat Kota Medan Astrada,S.Sos., menyoroti kegiatan yang hampir dilakukan oleh seluruh sekolah yang ada di Kota Medan baik itu Sekolah Negeri maupun Swasta dari mulai tingkat TK sampai tingkat Perguruan Tinggi yang menjadi tradisi yang melekat setiap tahunnya di setiap pagelaran akhir pendidikan.
Menurut Astrada perpisahan sekolah sejatinya memang menjadi saat yang penuh dengan kenangan indah dengan berbagai kegiatan meriah guna memperingati hal tersebut sebagai momentum ucapan terima kasih kepada guru yang telah mengajar dan mendidik mereka.
"Siswa juga menyampaikan permintaan maaf kepada guru, atas segala kenakalan dan ketidakpatuhan selama menjadi siswa.dan momentum menyimpan kenangan bersama teman sejawat selama pendidikan. Ini adalah momen mengharukan",ungkap Astrada kepada media via pesan daring. (Kamis,7/5/26)
Namun Astrada tak menampik perpisahan sekolah yang seharusnya merupakan momentum kebahagiaan, seringkali memunculkan sudut pandang yang berbeda di dalam pelaksanaannya.
"Euforia akhir pendidikan yang harusnya memberikan esensi tentang spirit pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya, tapi tak jarang perpisahan itu menjadi biang kerusakan mental bagi anak didik. Kegiatan yang dilaksanakan juga kadang tidak memiliki makna pendidikan yang bermoral",lanjut Astrada.
"Tidak hanya dari kegiatan yang kebanyakannya sia-sia, belum lagi di beberapa tempat kejadian yang sangat memprihatinkan antar sekolah saling tawuran yang berujung memakan korban. Bahkan wisata alam yang tidak sedikit kejadian memakan korban jiwa, seperti kecelakaan bus dan lain - lain",tambahnya.
"Bahkan ironisnya kita melihat sekolah-sekolah yang melakukan pemungutan uang perpisahan yang tidak sedikit nilainya, bahkan tidak sedikit pula sekolah-sekolah tersebut memberikan warning dengan kalimat 'IKUT TIDAK IKUT WAJIB BAYAR', ada juga dengan dalih Anjangsana bahkan yang belum tamat pun tak ketinggalan diikut sertakan juga,"jelas pemuda yang juga menjabat sebagai
Ketua Umum GPII Wilayah Sumut ini.
"BMI Kota Medan yang juga sayap partai demokrat ini meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Medan agar memberikan perhatian khusus terhadap sekolah-sekolah yang melaksanakan kegiatan perpisahan. Jangan sampai kegiatan akhir sekolah yang membahagiakan dengan sejuta kenangan indahnya malah menjadi ironi yang menyedihkan didunia pendidikan kita",kata Astrada.
"Terutama terhadap pungutan uang terhadap anak-anak murid yang seringkali mengarah kepada pemaksaan dengan dalil ijazah, dan alasan alasan klasik lainnya. Mari kita jadikan melaksankan kegiatan akhir sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan yang bermoral,dan berkeadilan",tutup Astrada.(Irwansyah)