Saat rapat, dr Ade Taufiq Sp OG mempertanyakan kemampuan Dirut Muklis terkait pengelolaan manajemen. Bahkan Ade Taifiq minta penjelasan kendala apa saja sehingga RS belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal sesuai harapan melayani masyarakat Belawan.
"Disini kemampuan pimpinan (Red_Dirut) dituntut agar melakukan berbagai inovasi pengelolaan manajemen yang profesional," tandas Taufik selaku dokter spesialias anak itu.
Tentu tambah Taufiq, pihak manajemen pertama sekali harus memetakan masalah kekurangan dan kelebihan RS. "Dirut harus mampu petakan kekuatan dan kelemahan. Sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk cari solusi. Saya dengar minimnya tenaga medis dan tidak berfungsinya OK (kamar bedah) hingga listrik sering padam selalu menjadi masalah.
Untuk itu, tambah Taufiq, pihak manajemen harus semangat pantang menyerah. Be
rsaing sehat memberikan pelayanan yang terbaik. "Pelayanan supaya ditingkatkan dan banyak yang harus dibenahi sarana dan prasarana," ssbutnya.
Mendapat sorotan tajam dan kritikan dari sejumlah anggota dewan, terlihat Muklis kurang semangat. Bahkan sempat salah satu anggota dewan melontarkan pertanyaan kenapa Muklis kurang gairah memberikan penjelasan. "Semangat pak, mari kita seriusi membenahi RS agar mampu be
rsaing dengan RS swasta di sekitar Medan Utara, " tandas salah satu dewan.
Dalam penjelasan Muklis disebutkan, dalam hunian BOR RS Bachtiar Djafar sangat rendah. Dari sekitar 100 tempat tidur hanya 40 pe
rsen yang terisi. Begitu juga soal klaim BPJS hanya sekitar 5 Miliar tahun lalu.
Terkait kritikan dewan, Muklis mengaku akan berbuat maksimal dan tetap berharap mendapat dukungan dan masukan DPRD Medan.
Diketahui Rapat evaluasi dipimpin Ketua Komisi II Kasman Bin Marasakti, Wakil Ketua Modesta Marpaung, Henry Jhon Hutagalung, dr Ade Taufiq, Binsar Simarmata. Sedangkan perwakilan OPD Pemko dihadiri Dirut TS Bachtiar Djafar Muklis dan stafnya serta Sekretaris Dinkes Kota Medan Henny Lubis didampingi stafnya.