"Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membangun karakter dan kepedulian sosial mahasiswa serta memperkuat nilai kemanusiaan, menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat yang ada disekitar kampus," katanya.
Kepdulian terhadap sesama, lanjutnya diwujudkan dengan kegiatan bakti sosial memberikan santunan kepada 40 anak yatim sebagai wujud nyata semangat berbagi di bulan Ramadan dan memberi dampak terhadap sesama.
Sementara Camat Medan Helvetia, Gunawan Perangin-angin, berharap kerjasama antara USM Indonesia dan Pemerintah Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Helvetia, dapat terus diperkuat. Karena, kampus memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
"Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan USM Indonesia, baik dalam pemberdayaan masyarakat maupun kegiatan kampus. Kita akan melibatkan mahasiswa USM Indonesia dalam kegiatan pawai MTQ Kota Medan yang akan digelar dalam waktu dekat," tegasnya.
Tausyiah Ramadan menjelang buka bersama disampaikan Guru Besar UIN Sumatera Utara Prof Dr Achyar Zein yang menakankan tujuan puasa adalah untuk meraih predikat sebagai hamba Allah yang sejati. Untuk meraih hal tersebut terdapat empat syarat utama, yaitu memiliki ketakwaan, ilmu, rasa syukur, serta kepekaan terhadap kondisi sekitar.
"Ramadan seharusnya tidak hanya diisi dengan ibadah ritual semata, tetapi juga ibadah kemanusiaan, yaitu kepedulian terhadap sesama," ujarnya.
Ia menambahkan, Rasulullah SAW juga mencontohkan peningkatan amal sedekah pada bulan Ramadan sebagai bentuk kepedulian sosial. Pemberian bantuan kepada sesama adalah dampak yang sangat positif di bulan Ramadan.
"Di bulan Ramadan Nabi meningkatkan volume sedekahnya. Ini menjadi teladan bagi kita untuk lebih banyak berbagi kepada sesama," katanya.