RSU Hermina mencatat ada 11
pasien terdampak
banjir yang masih menjalani perawatan. Usia mereka berkisar dari 1 tahun hingga 87 tahun, dengan mayoritas
pasien perempuan.
Pasien tertua adalah Reneka (87), warga Jalan Abadi Belakang, Puskes Sunggal, yang dirawat karena diare. Kemudian Jumiati (47) dari Dusun VI Mulyo Rejo, Sunggal, dengan diagnosis suspek kolesistitis; serta Ulandari (22) dari Jalan T.B. Simatupang Km 10,5 Ringroad Sunggal yang mengalami typhoid fever. Tio Indra Siahaan (69) dari Kelambir V dirawat akibat kolik abdomen.
Baca Juga:
Selain itu, Suriati (61) dari Jalan Imam Yang Baik, Tanjung Gusta, menjalani perawatan karena diabetes melitus; Lamria (62) dari Jalan Masjid, Cinta Damai, mengalami ulkus DM dan hiponatremia; serta Samsuddin (47) dari Jalan Banten, Tanjung Gusta, didiagnosis astes masif dan CHF. Freddy (50) dari Jalan Gereja, Cinta Damai, mengalami burst regio inguinal sinistra, sementara Kemala (48) dari Jalan Prona No. 25 dirawat karena BPH.
Dua pasien termuda adalah balita, yakni Raisa (2) dari Jalan Abadi Belakang yang mengalami diare, serta Khaileena (1) dari Kelambir V Gang Uncu No. 41 yang didiagnosis TFA dan morbili. Diare menjadi diagnosis yang cukup menonjol, dialami oleh pasien tertua maupun termuda.
Dalam kunjungan yang turut diikuti Anggota DPRD Medan Afif Abdillah itu, Wali Kota juga menanggapi laporan mengenai seorang
pasien yang rumahnya ditinggalkan anak kecil seorang diri. Ia langsung menginstruksikan camat dan lurah untuk memastikan kondisi rumah tersebut aman.
"Hal-hal seperti ini tidak boleh luput dari perhatian," tegasnya.
Baca Juga:
Terkait kondisi pasca
banjir di Kota Medan, Rico Waas menjelaskan bahwa dampak
banjir cukup merata. Penumpukan sampah masih menjadi tantangan karena warga terus mengeluarkan barang-barang yang rusak. Ia meminta seluruh jajaran wilayah mempercepat pembersihan agar tidak muncul penyakit baru.