Dalam pertemuan tersebut bupati menegaskan pentingnya memperkuat kelembagaan wakaf melalui kolaborasi, peningkatan kapasitas nazhir, pemutakhiran data wakaf, serta pengembangan program-program bernilai produktif.
Pemkab Asahan menyatakan siap mendukung langkah-langkah strategis BWI Kabupaten Asahan dalam penguatan ekosistem wakaf, sehingga manfaatnya semakin luas dan dapat dirasakan oleh masyarakat, ujarnya.
Bupati dalam audensi tersebut juga mengatakan sebagaimana yang dijelaskan oleh ketua BWI H.Faisal Sadat Harahap telah juga menjelaskan susunan kepengurusan baru untuk periode sisa 2024–2026, sekaligus menyampaikan data potensi tanah wakaf di Kabupaten Asahan yang berjumlah 1.126 persil, terdiri dari 984 persil ber-AIW dan 142 persil yang belum bersertifikat. BWI juga mengusulkan dukungan fasilitas sekretariat guna memperkuat operasional dan pelayanan lembaga, dan menurut ketua BWI kabupaten Asahan H.Faisal Sadat Harahap yang menyoroti peluang pengembangan wakaf produktif, termasuk rencana inisiatif WakafMart serta program Wakaf Uang Tunai Ramadan 1447 H/2026, dengan kajian serta penjelasan ketua BWI tersebut tentunya Pemerintah Kabupaten Asahan berterima kasih atas segala informasi ini, dan kami akan menindak lanjutinya dengan mekanisme yang tentunya tidak menyalahi aturan yang ada, pungkasnya.
Baca Juga: