Jumat, 23 Oktober 2026 WIB

Dugaan Kongkalikong Kapus–Bendahara Puskesmas Gunung Baringin: Pegawai Desak Audit Inspektorat

Magrifatulloh - Selasa, 02 Desember 2025 06:00 WIB
Dugaan Kongkalikong Kapus–Bendahara Puskesmas Gunung Baringin: Pegawai Desak Audit Inspektorat
Puskesmas Gunung Baringin.

MATATELINGA, Madina :Dugaan kongkalikong antara Kepala Puskesmas dan bendahara UPT Puskesmas Gunung Baringin kembali mencuat setelah sejumlah pegawai melaporkan ketidakwajaran dalam pembagian dana BPJS. Informasi dari beberapa narasumber menyebutkan bahwa pembagian dana seharusnya berdasarkan kehadiran, namun praktiknya diduga ditentukan oleh kedekatan personal.

Keluhan ini berawal ketika pegawai mempertanyakan dasar pembagian BPJS yang tidak transparan. Menurut sumber internal, Kapus pernah menyampaikan bahwa kehadiran menjadi acuan, tetapi realisasi di lapangan justru berbeda dari penjelasan tersebut. Hal inilah yang kemudian memicu polemik di lingkungan UPT Puskesmas.

Baca Juga:

Ungkapan dalam Bahasa Mandailing, "Nangkon pe masuk godangan do BPJS na asal mabiar Kapus i tu pegawai nai," menjadi buah bibir para pegawai. Arti ungkapan tersebut adalah, "Tak masuk pun, bisa besar BPJS-nya asalkan Kapus takut pada pegawai itu." Kalimat ini menggambarkan dugaan praktik tebang pilih yang didasarkan pada hubungan personal, bukan aturan resmi.

Sejumlah pegawai juga mengeluhkan lambatnya pembagian dana BPJS setiap bulan. Pencairan kerap dilakukan pada akhir bulan, bahkan kadang melewati awal bulan berikutnya. Kondisi ini dinilai tidak profesional dan merugikan pegawai yang berhak menerima dana tepat waktu.

Baca Juga:
Dengan banyaknya keluhan tersebut, pegawai meminta Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan puskesmas. Mereka menilai pemeriksaan penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan yang berpotensi merugikan negara maupun pegawai.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak UPT Puskesmas Gunung Baringin belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kongkalikong dalam pembagian dana BPJS. Publik kini menunggu langkah tegas pihak pengawas agar persoalan tersebut menemukan titik terang.
(Magrifatulloh).

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Kapuspen TNI Apresiasi Dedikasi Awak Media dalam Rangkaian HUT ke-80 TNI
Peringati Maulid Nabi, Panglima TNI Ajak Prajurit TNI Teladani Akhlak Rasulullah SAW
TNI Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa
Kapuspen TNI Terima Atase Pers Kedubes AS, Perkuat Diplomasi Pertahanan melalui Komunikasi Strategis
Rommy Van Boy : "Jangan Ada Lagi Rumah Sakit Tolak Pasien BPJS Dalih Kamar Penuh"
Harli Siregar : Jaksa Harus Memiliki Kemampuan Komunikasi Publik Yang Baik
 
Komentar
 
Berita Terbaru