Rabu, 08 Juli 2026 WIB

Pengamat Sebut Kasasi Dalam Kasus Nina Wati Sudah Tepat

Redaksi - Jumat, 03 Oktober 2025 15:16 WIB
Pengamat Sebut Kasasi Dalam Kasus Nina Wati Sudah Tepat
Pengamat hukum sekaligus Ketua Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia (BAIN HAM) RI DPW Sumatera Utara, Novrizal S.I.Kom, SH, CPM

MATATELINGA,Medan: Pengamat hukum sekaligus Ketua Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia (BAIN HAM) RI DPW Sumatera Utara, Novrizal S.I.Kom, SH, CPM, menilai langkah Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Labuhan Deli mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) Medan terhadap terdakwa Nina Wati dalam kasus penipuan masuk Akademi Kepolisian (Akpol), sudah tepat demi kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban.

Menurut Novrizal, vonis banding PT Medan yang memangkas hukuman terdakwa dari satu tahun menjadi 10 bulan penjara terlalu ringan dibanding kerugian korban Afnir alias Menir yang mencapai miliaran rupiah.

"Kasus ini menyangkut penipuan besar yang merugikan masyarakat. Hukuman ringan bisa menimbulkan preseden buruk dan mengurangi efek jera," katanya di Medan, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga:

Ia menegaskan, Kejaksaan dan Pengadilan merupakan dua institusi berbeda yang menjalankan fungsi masing-masing dalam sistem peradilan pidana. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mewakili negara untuk membuktikan kesalahan terdakwa dan menuntut hukuman sesuai undang-undang, sedangkan hakim berwenang menilai bukti-bukti persidangan secara independen sebelum menjatuhkan putusan.

"Jaksa adalah pihak yang menuntut, sementara hakim adalah pihak yang memutus. Karena itu, ketika jaksa menilai putusan hakim kurang tepat, tersedia ruang hukum berupa upaya hukum luar biasa, salah satunya kasasi," jelasnya.

Novrizal menambahkan, kasasi berbeda dengan banding. Banding masih memeriksa kembali fakta dan pembuktian perkara di tingkat pertama, sedangkan kasasi di Mahkamah Agung (MA) berfokus pada penerapan hukum, apakah sudah sesuai aturan atau terdapat kekeliruan yang perlu diperbaiki.

Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut Menggurita, Pengamat Desak KPK Periksa Gubernur
Pelaku Penganiayaan Sadis di Sibolangit Masih Berkeliaran, Pengamat Hukum : Pelaku Keburu Melarikan Diri
William Hartanto : IHSG Bukan Naik, Cenderung Menurun Pegerakannya
Cegah Stunting Melalui Perbaikan RTLH, Pengamat Kesehatan: Sudah Benar Apa Yang Dilakukan Pak Bobby
Pengamat MotoGP : Honda Tetap Prioritaskan Perkembangan Motor untuk Marc Marquez Walaupun Ada Joan Mir dan Alex Rins
Honda Masih Bergantung pada Marc Marquez, Pengamat MotoGP Beri Saran
 
Komentar
 
Berita Terbaru