Rabu, 16 September 2026 WIB

Penumpang Lion Air Ngamuk di Kabin, Ancam Bom Pesawat

Rute Jakarta-Medan Sempat Delay
Redaksi - Senin, 04 Agustus 2025 07:45 WIB
Penumpang Lion Air Ngamuk di Kabin, Ancam Bom Pesawat
Pixabay
Koordinator Bawaslu Sumut, yang jadi penumpang pesawat.

MATATELINGA,Medan : Penumpang pesawat Lion Air tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Udara Internasional Kualanamu, mendadak panik. Paasalnya, seorang penumpang berinsial H, mengaku bawa bom ke dalam pesawat tersebut.

Ternyata, salah satu penumpang dalam pesawat yang viral di media sosial itu, adalah Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Data Informasi Bawaslu Sumut, Saut Boangmanalu. Saut menceritakan di dalam pesawat tersebut, penumpang panik. Setelah pria itu berteriak dan mengaku bawa bahan peledak atau bom.

Baca Juga:

"Panik lah kami," ungkap Saud saat dikonfirmasi, Minggu malam, 3 Agustus 2025. Saut menjelaskan bahwa menumpang pesawat Lion Air dengan jadwal penerbangan awalnya, Sabtu sore, 2 Agustus 2025, pukul 17.00 WIB.

"Secara personal penumpang (mengaku bawa bom) ini saya tidak tahu. Seharusnya, tiket kami itu, pukul 17.00 WIB sudah terbang. Diundur (delay) sampai 20.40 WIB," ungkap Saut.

Namun, Saut mengatakan pada pukul 19.00 WIB, diumumkan untuk boarding dan masuk ke dalam pesawat Lion Air tersebut. "Pas di dalam pesawat ini, sudah gerak mau ke landasan, mengamuk ini, seperti di video viral itu. 'Ada Bom, ada bom, kalau mau tahu lihat, seperti video itu'. Heboh lah itu," ucap Saut menggambarkan suasana panik dalam pesawat itu.

Saut mengungkapkan ada seorang penumpang lainnya, mengarahkan pramugari untuk mengamankan H itu, kalau tidak dia langsung memukuli pria yang mengaku bawa bom tersebut. "Ada penumpang bilang sama pramugari itu, 'kalian aman itu lah, kalau enggak aku pukuli dia itu.

Pramugari bilang jangan pak, ini mau datang pihak keamanan'," ungkap Saut menirukan percakapan tersebut.

Saut mengatakan singkat cerita datang pesawat balik arah dan petugas keamanan naik ke dalam pesawat serta langsung mengamankan pria tersebut. "Datang lah petugas keamanan dan ditarik lah penumpang tersebut. Datang lah, petugas keamanan dan dia kooperatif lah dia.

Diperiksa lah, tempat duduk dia dan tas dia tidak ada ditemukan (bom). Tapi, tetap panik lah kami," jelas Saut. Imbas dari pengakuan pria itu, membawa bon dalam pesawat. Saut mengungkapkan seluruh penumpang disuruh turun dan dilakukan pemeriksaan seluruh penumpang pesawat itu.

"Diberi tahu dilakukan pemeriksaan keseluruhan, diturunkan kami dan di scan ulang," sebut Saut. Saut mengatakan pada Pukul 22.00 WIB berangkat lah pesawatnya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang. "Pukul jam 12 lewat (dini hari) nyampe di Bandara Kualanamu," tutur Saud.

Baca Juga:

Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang penumpang Lion Air, berinsial H mengamuk dan mengaku membawa bom di dalam kabin Pesawat, yang mengangkut 184 penumpang. "Yang merasa petugas, turun.

Mau polisi, mau tentara, mau apa itu, turun, ada bom. Ngak nyaman, turun," ucap H dalam video viral tersebut, dikutip Meski dicoba ditenangi oleh pihak awak pesawat, namun H terus mengamuk. Saat itu, pesawat JT-308 saat persiapan penerbangan atau selesai proses push back dengan mundur dari posisi parkir dan bersiap menuju taxiway atau landas hubung. "Saat posisi pesawat sudah push back, salah satu pelanggan laki-laki berinisial H menyampaikan informasi adanya bom kepada awak kabin," ucap Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan persnya, Minggu 3 Agustus 2025. Atas kejadian tersebut, terpaksa pilot meminta izin kepada pihak Bandara untuk balik arah apron, untuk memastikan keamanan penerbangan dan mengamankan penumpang mengaku bawa bom tersebut.

"Sesuai prosedur keselamatan penerbangan, awak kabin mengkonfirmasi ulang, dan penumpang tetap menyampaikan hal yang sama. Informasi segera dilaporkan kepada kapten pilot dan petugas layanan darat," kata Danang. Danang mengungkapkan langkah dilakukan pilot Lion Air, yakni pesawat diarahkan kembali ke apron (RTA). Penumpang H diturunkan dan diserahkan kepada pihak berwenang, yaitu petugas keamanan bandar udara Aviation Security, Otoritas Bandar Udara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta kepolisian untuk investigasi dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Meskipun pernyataan awal pelanggan diduga sebagai candaan, Lion Air bersama pihak berwenang mengambil langkah tegas dan preventif, dengan mengklasifikasikan situasi sebagai potensi ancaman (bomb threat).

"Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan seluruh pelanggan dan awak pesawat dalam menjalankan standar keselamatan serta keamanan penerbangan yang berlaku," ucap Danang.

Baca Juga:
Halaman:
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Punya Standar Tertinggi, MG Tegaskan Komitmen Keselamatan Penumpang
Bakamla RI Evakuasi Korban Kebakaran KMP Barcelona 5 di Perairan Talise
TNI Kerahkan Unsur Laut untuk Evakuasi Kapal Terbakar KM Barcelona VA di Perairan Talise, Minahasa Utara
Siang Bolong Nelayan Jadi Korban Perampokan, Dimana Saat Itu Penegak Hukum...?
Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Tembus 6.937 Penumpang
Terminal Lubuk Pakam Siap Uji Coba, Kadishub Sumut Pastikan Fasilitas Pendukung Dimanfaatkan Dengan Optimal
 
Komentar
 
Berita Terbaru