Di Medan Denai, selain persoalan air bersih, berbagai keluhan lain pun direspons dengan sigap. Misalnya, ruang tunggu sempit di Puskesmas, banjir karena parit tidak terawat, hingga persoalan warga miskin yang kesulitan berobat karena tak memiliki ponsel Android untuk mendaftar JKN.
Setelah meninjau langsung kondisi Puskesmas, menilai fasilitasnya sudah baik. Soal ruang tunggu, sebutnya, akan diperluas. Rico Waas juga memerintahkan camat agar menempatkan petugas untuk membantu menjaga kendaraan pasien yang harus diparkir di simpang Lorong Puskesmas.
Terkait banjir, Rico Waas memberi instruksi kepada pihak Dinas SDABMBK dan kecamatan untuk mengeruk parit di wilayah tersebut pada hari itu juga.
Baca Juga:
Yang paling menyentuh, saat seorang warga mengeluhkan ditolaknya pendaftaran berobat di rumah sakit hanya karena tidak memiliki handphone. Mendengar itu, Rico Waas langsung memerintahkan kepala puskesmas agar membantu mendaftarkan pasien-pasien seperti itu. "Kita tidak boleh membiarkan satu pun warga kita kehilangan haknya hanya karena keterbatasan alat," tegasnya pada kegiatan yang turut dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan itu.
Sebelum menutup kegiatan, Wali Kota mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan, dari kepling hingga camat, untuk selalu memperhatikan dan melayani warga.
"Kalau ada yang tidak peduli, laporkan ke saya. Kita ditugaskan untuk membantu rakyat, bukan mempersulit," tegasnya.
Sapa Warga kali ini ditutup dengan aksi kemanusiaan. Rico Waas menyerahkan langsung bantuan bagi warga korban kebakaran beberapa hari lalu. Bantuan meliputi perlengkapan sekolah, KTP, tempat tidur, selimut, dan makanan bergizi.