Minggu, 11 Oktober 2026 WIB

Didepan Peserta Seminar Nasional, Kompolnas RI : Peran Media Arus Utama Berperan Besar Menghempang Berita Hoaks dan Radikalisme

Yasmir - Sabtu, 07 Oktober 2023 20:11 WIB
Didepan Peserta Seminar Nasional, Kompolnas RI : Peran Media Arus Utama Berperan Besar Menghempang Berita Hoaks dan Radikalisme
Matatelinga.com
PMII gelar seminar nasional menghadang berita hoaks dan radikalisme di kampus ULB Rantauprapat. Foto para narasumber
MATATELINGA, Rantauprapat : Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia, H Muhammad Dawan SHI MH mengatakan, peran media arus utama (media mainstream), berperan besar menghempang berita hoaks dan radikalisme, khususnya menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

Muhamnad Dawan, menyampaikan ini, didepan peserta seminar nasional bertajuk : "Menghempang Berita Hoaks dan Radikalisme Menjelang Pemilu 2024", yang digelar Pergerakan Nahasiswa Islam Indonesia (PMII), di Kampus Universitas Labuhanbatu di Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat, Sabtu (7/10/2023) pagi.




Disebutkannya, peran media arus utama khususnya media siber yang sudah terverifikasi di Dewan Pers, berperan besar menghempang berita hoaks dan radikalisme. "Karena media arus utama ini terikat dengan kode etik jurnalistik dan Undang-undang Pokok Pers tahun 1999", ucap Dawan yang juga salah seorang pembina organisasi Serikat Media Siber Seluruh Indonesia (SMSI) Pusat.

BACAJUGA




Dihadapan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi mahasiwa kelompok Cipayung, mahasiwa ULB serta insan pers dia menyebutkan, semua pihak hendaknya sebelum menshare (memvagi) suatu informasi khususnya di media sosial, hendaknya memperhatikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

Dikatakannya, dalam pelaksanaan Pemilu serentak pada tahun 2024 ini,seluruh badan / lembaga negara baik iru penyelenggara maupun pengawas, seperto KPU, Bawaslu, DKPP, serta institusi negara lainnya, seperti kepolisian, harus kuat di dalam kontrol yang standarnya benar, akurat, dan tidak menyesatkan.

Kepada masyarakat, khususnya generasi muda dia menyampaikan, dalam menerima suatu informasi atau berita, lihat dulu siapa sumbernya.

"Berita atau informasi yang benar itu, seharusnya dicantumkan sumber berita / informasinya. Kalau tidak dicantumkan sumber beritanya, maka akurasi informasi yang disampaikan akan menjadi bias dan akan membingungkan pihak lain", tandasnya.

[br]


Kepada pengelola media siber, khususnya yang tergabung dalam SMSI, sebaiknya setiap berita atau informasi, dibuat secara tuntas bahwa informasi itu benar, akurat dan tidak menyesatkan dan memiliki sumber data yang jelas itu yang paling utama.




Kepada aparat kepolisian, Muhammad Dawan menyampaikan, kiranya peran intelkam dapat lebih dikedepankan. "Aparat kepolisian agar berperan aktif mengawasi peredaran-peredaran isu-isu maupun informasi bernada hoaks dan radikalisme maupun intoleransi di Indonesia.

Dalam seminar nasional ini, selain Muhammad Dawan, turut menyampaikan pandangannya,Khairul Nai Hasibuan mewakili Ketua Bawaslu Labuhanbatu, Komisioner KIP Sumatera Utara,Muhammad Syafii Sitorus SH MH dan Edy S Sormin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Labuhanbatu, Ahmad Fadly Rangkuty SKom MKom. Serta moderatorYanto Ziliwu SH MH, sekaligus mewakili rektor ULB.

Kegiatan ini, juga dihadiri Kapolres Labuhanbatu, diwakili Kabag Ren, Kompol Edy Sidauruk,Ketua PKC PMII Sumatera Utara, Muhammad Tarmizi, Ketua PC PMII Labuhanbatu Raya, Ferry Setiawan, Ketua SMSI Labuhanbatu, Teguh Adiputra Sitorus serta undangan lainnya. (yasmir)




Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru